Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Telkom Perkuat Infrastruktur Digital untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Telkom mencatat pertumbuhan kinerja positif di paruh pertama 2026, didorong optimalisasi infrastruktur dan transformasi bisnis berbasis segmen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Telkom Perkuat Infrastruktur Digital untuk Pertumbuhan Berkelanjutan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja TelkomGroup pada semester pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif, dengan pendapatan konsolidasi mencapai Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai Rp10,6 triliun, naik 1,4% secara tahunan, sementara laba setelah penyesuaian (ternormalisasi) mencapai Rp11,3 triliun, tumbuh 6,2%. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan efisiensi operasional, perbaikan monetisasi layanan seluler, serta pengelolaan biaya dan modal yang lebih disiplin.

Transformasi organisasi melalui penerapan strategi TLKM 30 terus berjalan, dengan penyederhanaan struktur bisnis ke lima segmen utama: B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others dan Ancillary. Langkah ini menjadi fondasi bagi peralihan ke model Strategic Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo), yang menekankan fokus, akuntabilitas, dan visibilitas kinerja. Setiap segmen kini memiliki tanggung jawab jelas terhadap arus kas, investasi, dan pencapaian nilai, memungkinkan pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat dan akurat.

Di sektor infrastruktur digital, InfraNexia mulai bergerak sebagai neutral carrier, mengoptimalkan jaringan untuk kebutuhan internal maupun eksternal. Rencana spin-off tahap dua ditargetkan selesai pada kuartal III 2026, agar entitas ini dapat sepenuhnya beroperasi sebagai penyedia layanan konektivitas wholesale. Sementara itu, NeutraDC mencatat pendapatan Rp867 miliar di semester pertama, tumbuh 11% YoY, dengan kapasitas efektif mencapai 49,9 MW. Okupansi hyper scale data center di Cikarang mencapai 96%, sementara fasilitas di Batam siap beroperasi pada paruh kedua tahun ini dengan kapasitas awal 6 MW.

Pertumbuhan juga terjadi di segmen B2B ICT, dengan pendapatan dari segmen SME naik 11,5% dan jumlah pelanggan IndiBiz mencapai 756 ribu, meningkat 11,7%. Rencana akuisisi 100% Digiserve akan memperkuat kapabilitas solusi end-to-end untuk pelanggan enterprise. Di segmen B2C, Telkomsel mencatat pertumbuhan pendapatan 5,3% menjadi Rp28,0 triliun, EBITDA naik 10,3%, dan laba bersih tumbuh 24,9%. ARPU mobile meningkat 11,6% menjadi Rp46 ribu, mencerminkan perbaikan kualitas pelanggan dan efisiensi operasional.

Peningkatan spektrum sebesar 100 MHz di pita 700 MHz dan 2.600 MHz menambah total portofolio spektrum Telkomsel menjadi 265 MHz. Tambahan ini akan memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan, mendukung pengembangan 5G secara bertahap. Manajemen menegaskan tetap menjaga disiplin alokasi modal dan visibilitas imbal hasil untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas jaringan, dan profitabilitas. Telkom menegaskan target kinerja 2026 tetap terjaga dengan pertumbuhan pendapatan ternormalisasi 1–3% dan margin EBITDA di atas 50%.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya