Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Kuasai Pasokan Nikel, Pengaruhi Harga Komoditas Global

Dominasi Indonesia dalam pasokan nikel global hingga 65% memberi pengaruh signifikan terhadap fluktuasi harga komoditas seperti tembaga dan timah di pasar internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.36 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
Indonesia Kuasai Pasokan Nikel, Pengaruhi Harga Komoditas Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa peran strategis Indonesia sebagai penyedia utama mineral strategis telah memberikan pengaruh nyata terhadap pergerakan harga komoditas global. Posisi negara dalam memasok nikel, tembaga, dan timah secara langsung membentuk dinamika pasar internasional, terutama dalam kondisi ketegangan pasokan atau perubahan kebijakan produksi. Kebijakan pengelolaan sumber daya yang terkoordinasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan nilai tambah komoditas nasional.

Pemimpin sektor mineral dan batu bara di Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa kontribusi Indonesia terhadap produksi nikel dunia mencapai 60 hingga 65 persen, sehingga memberikan pengaruh dominan terhadap pergerakan harga. Ia menekankan bahwa keberadaan Indonesia sebagai pemain utama tidak hanya menentukan volume pasokan, tetapi juga menjadi faktor penentu dalam menstabilkan atau menggerakkan harga global. Kekuatan ini muncul dari konsistensi produksi dan pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi.

Dalam kasus tembaga, meskipun pangsa pasar Indonesia di tingkat global hanya sekitar 5 persen, dampak dari penurunan kapasitas produksi PT Freeport Indonesia menyebabkan lonjakan harga tembaga secara signifikan. Setelah operasional Freeport terganggu, pasokan global menurun, sehingga harga tembaga melonjak hingga menyentuh level US$ 15.000 per ton. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun volume pasokan relatif kecil, keberadaan satu pemain besar dapat memicu perubahan besar di pasar global.

Sementara itu, harga timah mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah, mencapai US$ 55.000 hingga US$ 56.000 per ton pada 2025, meningkat drastis dibandingkan posisi US$ 6.500 per ton pada tahun 2007. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan penertiban tambang ilegal dan perbaikan tata kelola industri dalam negeri, termasuk pengendalian aktivitas penambangan tradisional yang tidak teratur. Perbaikan sistem ini telah meningkatkan kualitas dan kredibilitas pasokan timah Indonesia di pasar global.

Pemerintah terus berkomitmen memperkuat tata kelola industri pertambangan melalui efisiensi rantai pasok dan penguatan regulasi. Tujuannya adalah menjaga daya saing nasional, menjamin konsistensi pasokan, serta memastikan bahwa nilai tambah dari komoditas strategis tetap berada di dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya sebagai pemasok, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menentukan arah pasar komoditas global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya