Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mobil Liar Tabrak Siswa di Depan Sekolah, 6 Korban Luka

Enam siswa terluka akibat mobil melaju liar dan menabrak trotoar dekat sekolah usai bel pulang, memicu kecaman dan tuntutan perbaikan keamanan jalan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 11.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Mobil Liar Tabrak Siswa di Depan Sekolah, 6 Korban Luka📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa kecelakaan akibat mobil melaju tanpa kendali terjadi pada Jumat sore, sekitar pukul 14.45 waktu setempat, di depan SMA Dundalk di Baltimore, Amerika Serikat. Saat siswa-siswa sedang berjalan kembali ke rumah setelah bel pulang berbunyi, sebuah kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi dan menabrak sekelompok remaja yang tengah melintas di trotoar. Insiden terjadi di persimpangan Delvale Road dan Holabird Avenue, zona yang dikenal ramai dan kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas.

Enam korban, semua siswa, mengalami luka-luka ringan hingga sedang dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis. Salah satu korban dievakuasi di lokasi namun menolak dirujuk ke fasilitas kesehatan lebih lanjut. Semua korban kini dalam kondisi stabil meski mengalami trauma psikologis akibat kejadian mendadak tersebut. Kepolisian Baltimore County kini memimpin penyelidikan mendalam terhadap kecelakaan tersebut.

Keprihatinan besar muncul dari komunitas sekolah dan warga sekitar, terutama karena lokasi kejadian sama persis dengan tempat insiden tragis tahun 2019 yang menewaskan seorang remaja 15 tahun bernama Lynn Brooks. Elyas Chemmach, salah satu korban, mengungkapkan rasa takut dan kemarahan terhadap perilaku pengendara yang sering melintas dengan kecepatan tinggi, bahkan saat terjadi kemacetan, mereka nekat menerobos bahu jalan.

Orang tua siswa dan warga, seperti Nihjah Dozier, yang menyaksikan langsung kejadian, menggambarkan momen kejadian sebagai mengerikan. Dozier mengungkapkan putri sahabatnya, seorang remaja 15 tahun, sempat tidak sadarkan diri akibat benturan dan harus dirawat secara intensif. Ia menekankan perlunya tindakan nyata dari pemerintah setempat untuk memastikan keselamatan anak-anak di sekitar sekolah.

Masyarakat kini menuntut peningkatan sistem pengamanan fisik di sekitar area sekolah, bukan hanya mengandalkan kamera pengawas kecepatan. Desakan untuk memasang rambu tambahan, penurunan batas kecepatan, dan penempatan polisi tidur di lokasi rawan menjadi prioritas utama. Kegagalan pemerintah dalam menangani masalah ini secara konsisten dinilai sebagai akar dari kejadian berulang yang menimbulkan trauma kolektif di komunitas Dundalk.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya