Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rekonstruksi 3D Kuda Purba Buka Mata Ilmuwan

Tim peneliti China dan Amerika berhasil menghidupkan kembali penampilan kuda purba Equus ovodovi melalui rekonstruksi 3D berbasis DNA dan anatomi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 07.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rekonstruksi 3D Kuda Purba Buka Mata Ilmuwan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah terobosan ilmiah baru-baru ini mengungkap rupa asli kuda purba yang selama lebih dari seabad menjadi teka-teki, yakni Equus ovodovi. Dengan menggabungkan data genetik purba dan analisis anatomi komparatif, tim peneliti dari Universitas Jilin bekerja sama dengan Evolutio LLC dari Amerika Serikat berhasil menciptakan visualisasi tiga dimensi yang akurat dari hewan yang punah ini. Hasilnya menampilkan makhluk berbulu cokelat dengan ukuran hampir menyamai keledai liar, memberikan gambaran pertama yang utuh tentang spesies yang sebelumnya hanya dikenal dari fragmen tulang.

Temuan ini muncul di tengah momentum Tahun Kuda dalam kalender zodiak China, menambah makna simbolis bagi kembali hadirnya salah satu kerabat jauh kuda dalam bentuk ilmiah. Fosil yang menjadi dasar rekonstruksi ditemukan pertama kali di gua di Siberia barat daya, Rusia, dan diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun. Selama lebih dari seratus tahun, keberadaan dan bentuk fisiknya tetap misterius karena hanya tersisa serpihan rahang dan gigi tanpa tengkorak lengkap, membuat ilmuwan kesulitan menentukan klasifikasi dan penampilan aslinya.

Proses rekonstruksi dimulai pada 2022 ketika peneliti dari Universitas Jilin dan Northwest A&F University berhasil mengekstrak DNA berkualitas tinggi dari fosil tersebut. Data genetik ini kemudian digunakan untuk membandingkan dengan spesies hidup seperti keledai liar Asia dan kuda domestik. Berdasarkan hasil analisis, Equus ovodovi ditemukan merupakan garis keturunan keempat yang independen dalam keluarga kuda, terpisah dari kerabat utama sekitar 2,7 juta hingga 2,3 juta tahun lalu, dan lebih dekat secara genetik dengan keledai dan zebra.

Peneliti utama Cai Dawei menegaskan bahwa data gen hanya menjawab sebagian dari misteri—tentang identitas dan waktu kepunahan—namun dengan integrasi anatomi dan struktur tubuh, ilmuwan kini bisa melihat hewan itu sebagai organisme utuh. Rekonstruksi ini tidak hanya menjadi alat edukasi, tetapi juga fondasi bagi riset evolusi dan interaksi manusia dengan fauna purba di Zaman Perunggu. Evolutio LLC menegaskan bahwa semua tahapan proses didasarkan pada data ilmiah yang dapat diverifikasi, sehingga model 3D dapat digunakan secara akademik dan publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya