PLTP Gunung Ungaran Dorong Ekosistem dan Kemandirian Ekonomi Lokal
Proyek PLTP Gunung Ungaran diharapkan menjadi solusi energi bersih sekaligus pemicu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah sekitar.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 07.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Ungaran diproyeksikan mampu menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal. Menurut pakar geologi dari Universitas Diponegoro, Yoga Aribowo, pemanfaatan energi panas bumi secara lebih luas di Indonesia berpotensi menurunkan emisi lingkungan secara signifikan, terutama dalam hal kualitas udara, air, dan laut. Ia menekankan bahwa semakin besar porsi energi panas bumi dalam struktur energi nasional, semakin besar pula kontribusinya terhadap perlindungan ekosistem.
Dibandingkan sumber energi fosil, PLTP menghasilkan emisi karbon dioksida sekitar 100 gram per kilowatt jam (kWh), sementara emisi hidrogen sulfida tidak melebihi 1 gram per kWh. Ini menunjukkan tingkat kebersihan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil. Sumber energi ini berasal dari uap dan air panas yang tersimpan dalam reservoir di bawah permukaan bumi, bukan dari air tanah dangkal yang menjadi sumber air warga. Setelah digunakan, fluida panas bumi dikembalikan ke dalam tanah melalui sistem reinjeksi, sehingga menjaga keberlanjutan sumber daya alam tersebut.
Di sisi ekonomi, proyek ini membuka peluang kerja langsung dan tidak langsung bagi masyarakat sekitar. Meningkatnya kehadiran tenaga kerja dan aktivitas proyek akan mendorong tumbuhnya usaha mikro dan menengah, seperti warung makan, toko kebutuhan sehari-hari, jasa transportasi, serta penyediaan tempat tinggal. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pengembang juga diharapkan menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat lokal, memperkuat keterlibatan dan manfaat berkelanjutan.
Pemerintah telah memberikan izin resmi melalui Surat Keputusan (SK) izin panas bumi kepada PT PLN (Persero) untuk membangun PLTP di Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Ungaran. Keputusan ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition. Sejalan dengan itu, potensi panas bumi nasional mencapai 23.202,77 megawatt, namun baru sekitar 2.776,39 megawatt yang telah terpasang, artinya masih tersisa 88,4 persen potensi yang belum dimanfaatkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Musim Panas 2026 Catat Rekor Baru Box Office Global
Pendapatan bioskop Amerika Utara mencapai US$4,76 miliar, menembus rekor sepanjang masa berkat dominasi dua film besar dan kembalinya minat penonton ke layar lebar.
13 September 2026
OJK Cabut Izin 13 Bank Hingga September 2026
Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin operasional 13 bank secara bertahap hingga akhir tahun 2026 karena kondisi keuangan yang tidak memenuhi syarat.
13 September 2026

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Ekonom menekankan kewajiban persetujuan multi-instansi dan risiko gagal bayar sebelum DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah.
12 September 2026

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Investor kripto Ben Delo menyerahkan donasi sebesar Rp858,6 miliar kepada Reform UK menjelang pemilu 2029, memecahkan rekor sumbangan politik di Inggris.
12 September 2026
Berita Lainnya

Rekonstruksi 3D Kuda Purba Buka Mata Ilmuwan
Minggu, 13 September 2026, 07.40 WITA

Mantan Menteri Agama Jualan Beras di Glodok, Keluarga Tak Tahu
Minggu, 13 September 2026, 07.34 WITA

Dude Harlino Ungkap Awal Tahu Dana Lender DSI Macet
Minggu, 13 September 2026, 07.24 WITA

Inul Daratista Luncurkan Restoran Korea dengan Konsep Karaoke Autentik
Minggu, 13 September 2026, 07.21 WITA
Kacamata AI Berfitur Interaktif Memicu Kekhawatiran Privasi
Minggu, 13 September 2026, 07.21 WITA

Kadispar Sultra Didesak Minta Maaf Usai Sebut Wartawan Idiot
Minggu, 13 September 2026, 07.20 WITA

250 Anak Ikuti Edukasi Satwa di Kids Wild Adventure
Minggu, 13 September 2026, 07.20 WITA

IMIK Jakarta Minta Evaluasi Mendalam Atas Aktivitas PT EMS Pasca Insiden Truk BBM Tabrak Rumah
Minggu, 13 September 2026, 07.20 WITA


