Tulus Santoso Dorong Regulasi Penyiaran Sesuaikan Era Digital
Komisioner KPI Pusat menekankan pentingnya penyempurnaan regulasi penyiaran agar mencakup konten digital, seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi audiens.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.38 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebutuhan akan penyesuaian regulasi penyiaran menjadi sorotan utama dalam diskusi terkini mengenai RUU Penyiaran. Tulus Santoso, Komisioner KPI Pusat, menegaskan bahwa kerangka hukum yang berlaku saat ini, khususnya UU Penyiaran Tahun 2002, tidak lagi mampu menjangkau konten audiovisual yang tersebar melalui platform digital seperti layanan OTT. Ia menilai ketertinggalan ini menimbulkan celah dalam pengawasan dan perlindungan terhadap keberlangsungan industri penyiaran yang sehat.
Dalam paparannya, Tulus menekankan bahwa negara-negara lain telah lebih dulu mengatur konten digital melalui perangkat hukum yang komprehensif. Ia menilai Indonesia perlu memperkuat kedaulatan regulasi di sektor ini agar mampu menjaga kualitas konten, keberagaman, serta kepentingan publik secara luas. Pengaturan yang inklusif, menurutnya, menjadi kunci agar penyiaran tetap relevan di tengah transformasi digital yang pesat.
Ia menyambut baik rencana perluasan kewenangan KPI dalam draft revisi UU Penyiaran, namun dengan catatan penting: perluasan tidak boleh dilakukan tanpa batas. Menurut Tulus, yang dibutuhkan bukan sekadar perluasan wewenang, melainkan redefinisi objek regulasi, pembedaan kewajiban sesuai jenis konten, serta pembagian peran antarlembaga pengawas yang jelas dan akuntabel. Pendekatan ini dinilai akan mencegah tumpang tindih, memperkuat efektivitas pengawasan, dan memastikan keberlanjutan industri.
Tujuan akhir dari semua ini, kata Tulus, adalah menciptakan ekosistem penyiaran yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan regulasi yang tepat, penyiaran di Indonesia diharapkan mampu memenuhi ekspektasi audiens modern tanpa mengorbankan nilai-nilai keberagaman, kualitas, dan kebebasan berekspresi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Skandal pencurian uang tunai Rp10,18 miliar dari sofa penginapan milik Presiden Afrika Selatan memicu gelombang kritik dan upaya pemakzulan yang kini kembali bergulir di pengadilan.
12 September 2026

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia menegaskan komitmen terhadap perikanan skala kecil dengan perkuatan kebijakan dan program nyata seperti KNMP di forum internasional FAO.
12 September 2026

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Harga beberapa jenis bahan bakar minyak non subsidi di seluruh SPBU di Indonesia mengalami kenaikan mulai 1 September 2026, dengan kenaikan tertinggi pada produk bensin RON 98 dan solar premium.
12 September 2026

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS ke-18, memperkuat posisi Indonesia sebagai anggota baru blok ekonomi global.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA

Celine Dion Siap Hadirkan 26 Konser di Paris Setelah Pemulihan dari Penyakit Langka
Sabtu, 12 September 2026, 22.23 WITA

Dodhy Umumkan Bubar, Kangen Band Berakhir karena Kekerasan Internal
Sabtu, 12 September 2026, 22.22 WITA


