Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dude Harlino Ungkap Awal Tahu Dana Lender DSI Macet

Aktor Dude Harlino menceritakan perjalanan awal mengetahui pencairan dana para pemodal DSI macet melalui pesan langsung dari korban sejak Juni 2025 dalam persidangan di PN Depok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 07.24 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
Dude Harlino Ungkap Awal Tahu Dana Lender DSI Macet📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dude Harlino mengungkapkan bahwa kecurigaan terhadap kondisi finansial PT Dana Syariah Indonesia (DSI) muncul pertama kali ketika sejumlah pemodal mulai mengirimkan pesan langsung melalui Instagram sejak bulan Juni 2025. Ia menyampaikan keterangan tersebut dalam sidang perkara dugaan investasi ilegal di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (9/9), bersama istrinya, Alyssa Soebandono, yang juga pernah menjadi duta merek DSI.

Ia menjelaskan bahwa sebelum menandatangani kontrak sebagai brand ambassador, pihak manajemen DSI sempat menekankan adanya aset fisik sebagai jaminan atas dana yang dikelola. Jaminan ini menjadi poin utama yang digunakan untuk meyakinkan publik, termasuk para duta merek, bahwa platform tersebut lebih aman dibanding layanan peer-to-peer lending lainnya. "Mereka menyampaikan bahwa DSI memiliki aset nyata yang bisa dijadikan penjamin jika terjadi masalah," ujarnya dalam persidangan.

Namun, ketika sejumlah pemodal mulai mengeluhkan keterlambatan imbal hasil dan pencairan dana, Dude menyadari adanya ketidaksesuaian antara janji manajemen dengan realitas yang terjadi. Ia mengaku kaget melihat jumlah pesan masuk ke akun pribadinya yang menyebutkan kendala serius, hingga akhirnya memutuskan untuk segera menanyakan kejelasan kepada pihak DSI. Sekitar 80 persen dari pesan-pesan tersebut, kata dia, ia forward kepada dua perwakilan marketing DSI yang menjadi kontak utamanya.

Meski manajemen DSI berulang kali memberi jaminan akan menyelesaikan masalah secara maksimal, tidak ada tindak lanjut yang nyata hingga kini. Dude mengaku baru benar-benar memahami skema yang terjadi setelah menyimak hasil Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam operasional atau pengambilan keputusan di DSI, dan telah mengembalikan honorarium serta membantu korban melalui komunikasi dengan Ketua Paguyuban Korban, Pitoyo, sebagai bentuk dukungan moral.

Kuasa hukumnya, Kathy Laurensia, menegaskan bahwa kliennya hanya berperan sebagai brand ambassador dan tidak memiliki kendali atas struktur keuangan maupun manajemen DSI. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya tetap siap menghadirkan keterangan lebih lanjut jika diperlukan dalam proses hukum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya