Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRICS Dorong Integrasi Ekonomi Hadapi Tekanan Barat

Presiden Iran dan Rusia serukan perkuat kerja sama ekonomi global melalui mata uang lokal dan perluasan integrasi BRICS demi tahan tekanan sanksi dan ketidakstabilan pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BRICS Dorong Integrasi Ekonomi Hadapi Tekanan Barat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam forum ekonomi tingkat tinggi BRICS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pentingnya menciptakan sistem perdagangan yang bebas dari dominasi keuangan dan teknologi asing. Ia menyoroti kian memburuknya situasi geopolitik pasca eskalasi konflik militer yang melibatkan Teheran, dengan ancaman dari Amerika Serikat dan Israel yang kini bergerak di luar ranah sanksi ekonomi semata. Pezeshkian menekankan perlunya mendorong penggunaan mata uang nasional dalam transaksi antarnegara anggota BRICS guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat ketahanan sistem keuangan global.

Krisis energi global yang terpicu oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz sebagai jalur utama ekspor minyak dan LNG, turut memperparah tekanan pasar. Harga solar di Amerika Serikat melonjak hingga US$ 6 per galon, menandai dampak langsung dari gangguan rantai pasok akibat konflik. Kontrak berjangka minyak mentah AS pun melonjak ke atas level US$ 100 per barel—puncak terbaru sejak Mei 2026—yang menunjukkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan strategis tersebut.

Putin, dalam pidatonya, menyampaikan kekecewaan atas jumlah sanksi yang diberlakukan terhadap Rusia, mencatat lebih dari 30.000 paket sanksi telah diterapkan—dua kali lipat total sanksi terhadap semua negara lain di dunia. Ia menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk intimidasi ekonomi untuk menjaga dominasi Barat di tengah kian melemahnya industri dan defisit anggaran di negara-negara maju. Menurutnya, tindakan tersebut justru mempercepat pergeseran poros ekonomi global ke arah negara-negara Global South.

Dalam kesempatan yang sama, Putin menekankan kontribusi BRICS terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dalam lima tahun terakhir, yang menyerap lebih dari 40% pertumbuhan PDB global, jauh melampaui kontribusi G7 yang hanya sekitar 29%. Ia menilai blok BRICS telah menjadi platform strategis yang mampu menopang pertumbuhan berkelanjutan melalui kolaborasi di sektor perdagangan, investasi swasta, dan pariwisata. Seruan ini sekaligus menjadi bentuk perlawanan terhadap sistem ekonomi global yang dianggap diskriminatif dan tidak seimbang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya