Amran Dapat Perintah Langsung Prabowo Tindak Mafia Beras
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyatakan telah mendapat perintah tegas dari Presiden Prabowo untuk menindak tegas praktik mafia beras, termasuk produk fortifikasi yang menipu konsumen.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengungkap telah menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menggulung praktik ilegal di sektor beras, termasuk penipuan melalui klaim fortifikasi yang tidak sesuai kenyataan. Dalam keterangan resmi, Amran menyampaikan bahwa Presiden memberikan restu penuh, dengan perintah tegas untuk tidak ragu dalam menegakkan kebijakan, sekaligus menekankan urgensi melindungi kepentingan rakyat kecil yang bergantung pada akses beras subsidi yang terjangkau.
Hasil pengawasan menyebutkan bahwa dari 178 sampel beras fortifikasi yang diuji di 11 provinsi, hampir 93 persen tidak memenuhi standar SNI 9372:2025. Temuan ini menunjukkan kesenjangan besar antara klaim di kemasan dan kandungan aktual produk. Banyak produk yang menawarkan harga tinggi, bahkan hingga Rp56 ribu per kilogram, padahal harga pasar normal hanya sekitar Rp13 ribu, dengan kandungan gizi yang jauh dari nilai yang dijanjikan.
Amran menegaskan bahwa praktik semacam ini bukan sekadar pelanggaran standar, melainkan bentuk penipuan terhadap konsumen yang membayar lebih tinggi untuk produk yang tidak memiliki manfaat gizi sebagaimana diklaim. Ia menyoroti kasus di mana hanya dua zat gizi yang tercantum di label, padahal produk dipasarkan sebagai beras diperkaya secara komprehensif. Pemerintah, kata dia, harus bertindak tegas demi menjaga kepercayaan publik dan menjamin kualitas pangan yang aman dan transparan.
Dengan dukungan penuh dari Presiden, Amran menyatakan siap menghadapi risiko, termasuk tekanan dari kelompok yang berkepentingan. Ia menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan soal keselamatan negara dan masa depan generasi bangsa. “Ini bukan soal untung rugi, tapi soal keadilan dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya, menegaskan bahwa pengumuman hasil investigasi akan segera disampaikan dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

50 Perusahaan Disegel Usai Picu Karhutla, 138 Tersangka Ditetapkan
Kementerian Lingkungan Hidup menindak 50 perusahaan penyebab karhutla di delapan provinsi, menyusul penegakan Inpres Nomor 11 Tahun 2026, dengan 138 tersangka ditetapkan, 119 di antaranya diduga sengaja membakar lahan.
13 September 2026

Ruben Onsu Minta Maaf, Janji Transparansi Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Betrand Peto
Ruben Onsu menyampaikan permohonan maaf atas pemberitaan terkait laporan polisi terhadap Betrand Peto dan berkomitmen menjaga transparansi dalam proses hukum.
13 September 2026
Betrand Peto Dilaporkan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Seorang anak asuh dikabarkan melaporkan dugaan kekerasan seksual terhadap dirinya ke pihak berwajib, dengan proses hukum kini sedang berjalan.
13 September 2026

Dude Harlino Ungkap Awal Tahu Dana Lender DSI Macet
Aktor Dude Harlino menceritakan perjalanan awal mengetahui pencairan dana para pemodal DSI macet melalui pesan langsung dari korban sejak Juni 2025 dalam persidangan di PN Depok.
13 September 2026
Berita Lainnya

BRICS di India: Koalisi Global South Hadapi Tantangan Internal dan Eksternal
Minggu, 13 September 2026, 15.40 WITA

Prabowo Tiba di New Delhi Hadiri KTT BRICS ke-18
Minggu, 13 September 2026, 15.39 WITA

Penutupan Pipa Minyak Utama Picu Krisis Global
Minggu, 13 September 2026, 15.37 WITA

BRICS Dorong Integrasi Ekonomi Hadapi Tekanan Barat
Minggu, 13 September 2026, 15.36 WITA

Prabowo Ajak BRICS Perkuat Sistem Global Berkelanjutan
Minggu, 13 September 2026, 15.35 WITA

Gerakan Cinta Rupiah: Aksi Simbolis di Tengah Krisis 1998
Minggu, 13 September 2026, 15.34 WITA

Lima Tahun Integrasi, UMi Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas
Minggu, 13 September 2026, 15.28 WITA

WR155R Jaga Stabilitas Pasar di Segmen Trail
Minggu, 13 September 2026, 11.49 WITA


