Prabowo Ajak BRICS Perkuat Sistem Global Berkelanjutan
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya reformasi PBB dan kerja sama kolektif BRICS dalam menjaga stabilitas pangan, energi, serta kedaulatan negara di tengah kompleksitas global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tampil sebagai pembicara utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2026 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada Sabtu (12/9/2026). Dalam forum yang dihadiri sejumlah pemimpin dunia termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Prabowo menyampaikan visi strategis mengenai transformasi sistem multilateral global. Ia menekankan bahwa BRICS memiliki potensi besar sebagai penggerak stabilitas sistem ekonomi dan keamanan global, terutama dalam konteks pasokan pangan dan energi.
Prabowo menegaskan bahwa meskipun BRICS mampu menjadi poros baru dalam arsitektur internasional, institusi Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap harus menjadi pusat utama sistem multilateral. Menurutnya, PBB harus dipertahankan sebagai wadah yang menjamin kesetaraan antar-negara, tanpa kecenderungan dominasi oleh kelompok kekuatan tertentu. Ia menekankan perlunya reformasi menyeluruh terhadap PBB agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat global, terutama negara-negara berkembang.
Dalam paparannya, Prabowo juga menyoroti keterkaitan antara kedaulatan nasional dan ketahanan energi sebagai fondasi utama pembangunan bangsa yang mandiri. Ia menekankan bahwa keberhasilan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan pangan, energi, pendidikan, dan lapangan kerja menjadi indikator kemandirian dari pengaruh asing. “Kita tidak boleh tergantung pada satu atau dua kekuatan global. Kemandirian adalah kunci dari kemerdekaan sejati,” ujarnya.
Prabowo menyoroti pula bahaya penggunaan perdagangan dan nilai tukar mata uang sebagai alat politik atau eksploitasi ekonomi. Ia menyerukan agar kedua instrumen tersebut dikelola secara adil dan inklusif, memprioritaskan kebutuhan negara berkembang. Ia menyatakan bahwa BRICS perlu memperkuat kapasitas keuangan kolektif untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Global South, sehingga mampu menciptakan ketahanan finansial yang berkelanjutan tanpa ketergantungan pada sistem keuangan global yang tidak seimbang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Prabowo Tiba di New Delhi Hadiri KTT BRICS ke-18
Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India, pada Jumat malam untuk menghadiri KTT BRICS ke-18 yang digelar 12–13 September 2026.
13 September 2026

Penutupan Pipa Minyak Utama Picu Krisis Global
Penutupan East-West Pipeline di Arab Saudi akibat serangan drone dari Irak memicu krisis energi global, dengan pasokan minyak mentah turun ke level terendah dalam 30 tahun.
13 September 2026
Hubungan Prabowo-Jokowi Terancam Retak Akibat Pemangkasan Kelompok "Gang Solo
Pemangkasan kelompok "Gang Solo" di lingkaran kepresidenan memicu spekulasi retaknya hubungan erat antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, yang sebelumnya dikenal solid dalam koalisi politik.
13 September 2026

Mantan Menteri Agama Jualan Beras di Glodok, Keluarga Tak Tahu
Mantan Menteri Agama RI Saifuddin Zuhri, yang menjabat 1962–1967, memilih berdagang beras di Pasar Glodok pada era 1980-an, menyembunyikan profesi tersebut dari keluarga hingga terbongkar secara tak sengaja.
13 September 2026
Berita Lainnya

BRICS di India: Koalisi Global South Hadapi Tantangan Internal dan Eksternal
Minggu, 13 September 2026, 15.40 WITA

BRICS Dorong Integrasi Ekonomi Hadapi Tekanan Barat
Minggu, 13 September 2026, 15.36 WITA

50 Perusahaan Disegel Usai Picu Karhutla, 138 Tersangka Ditetapkan
Minggu, 13 September 2026, 15.35 WITA

Gerakan Cinta Rupiah: Aksi Simbolis di Tengah Krisis 1998
Minggu, 13 September 2026, 15.34 WITA

Amran Dapat Perintah Langsung Prabowo Tindak Mafia Beras
Minggu, 13 September 2026, 15.28 WITA

Lima Tahun Integrasi, UMi Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas
Minggu, 13 September 2026, 15.28 WITA

Ruben Onsu Minta Maaf, Janji Transparansi Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Betrand Peto
Minggu, 13 September 2026, 15.21 WITA
Betrand Peto Dilaporkan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Minggu, 13 September 2026, 15.20 WITA




