Pemerintah Pusat dan DKI Diminta Pertemuan soal Obligasi Daerah
DPR mendesak Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat menyelesaikan perbedaan pandangan terkait rencana penerbitan obligasi senilai Rp5,6 triliun melalui pertemuan berbasis data dan aturan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat diminta menggelar pertemuan langsung guna menyelesaikan ketegangan terkait rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp5,6 triliun. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo, menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan analisis fiskal untuk menilai kelayakan penerbitan instrumen keuangan tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan tidak boleh didasarkan pada persepsi semata, melainkan pada kemampuan daerah memenuhi kewajiban pembayaran dan kelayakan proyek yang akan didanai.
Kerangka hukum penerbitan obligasi daerah telah diperjelas melalui UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 mengenai Pinjaman Daerah. Selain itu, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87 Tahun 2024 menegaskan kewajiban mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan dan pertimbangan Menteri Dalam Negeri. Andreas menyoroti bahwa meskipun legal, penerbitan harus ditinjau secara objektif melalui indikator seperti kapasitas fiskal yang saat ini mencapai Rp81,32 triliun dan rasio Debt Service Coverage Ratio (DSCR) sebagai penentu kemampuan membayar kewajiban utang.
Ia menekankan bahwa fokus utama bukan hanya pada jumlah utang, tetapi pada tujuan penggunaan dana. Dana dari obligasi harus digunakan untuk proyek produktif yang memberi manfaat jangka panjang, seperti pembangunan LRT Fase 1C, rumah sakit umum daerah, unit sekolah baru, serta infrastruktur penanganan banjir seperti embung dan polder. Ia meminta pemerintah pusat tidak hanya menyampaikan kekhawatiran, tetapi juga mengungkapkan parameter dan indikator yang mendasarinya agar proses evaluasi tetap objektif dan adil.
Dalam konteks ini, Andreas menekankan perlunya transparansi dari Pemprov DKI Jakarta terkait struktur pembiayaan, proyeksi pembayaran, serta rincian proyek yang akan didanai. Menurutnya, kebijakan fiskal yang sehat harus menjadi hasil kerja sama antara pusat dan daerah, bukan konflik. Keduanya memiliki peran berbeda—pusat menjaga kesehatan fiskal nasional, sementara daerah memenuhi kebutuhan pembangunan—yang dapat diselaraskan melalui data, parameter yang jelas, dan konsensus aturan yang berlaku.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bos Konsultan Tambang Diduga Kelabui Pajak Rp38,4 Miliar
Direktur utama perusahaan konsultan pertambangan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menghindari pembayaran PPN senilai Rp38,4 miliar dan menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp3 miliar.
14 September 2026

Tuan Tanah Belanda Kuasai Matraman 41 Tahun
Seorang warga Belanda, J.M.L. Bohl, menguasai lahan Matraman seluas 400 hektare selama 41 tahun sejak 1879 hingga 1920, sebelum meninggal dunia di usia 72 tahun.
14 September 2026

IHSG Diproyeksi Tekanan Jual Lanjutkan Koreksi
Indeks saham diprediksi melemah awal pekan ini dengan kisaran 6.370 hingga 6.705, didorong tekanan jual dan potensi koreksi lebih lanjut.
14 September 2026
Utang Whoosh Rp 116 Triliun Dicicil 80 Tahun
Utang Whoosh senilai Rp 116 triliun akan dilunasi secara bertahap dengan pembayaran tahunan Rp 1 triliun selama periode 80 tahun.
14 September 2026
Berita Lainnya

Trump Anggap Kekhawatiran AI Terlalu Ekstrem
Senin, 14 September 2026, 07.43 WITA

Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA
Senin, 14 September 2026, 07.41 WITA

KMP Virgo Karam di Laut Jawa, 136 Penumpang Masih Hilang
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

Kumpul Kebo Meningkat di Sulawesi Tenggara, Faktor Sosial dan Ekonomi Jadi Pemicu
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

BGN Periksa Ulang 13.261 Dapur MBG, Bisa Dibekukan Jika Tak Memenuhi Syarat
Senin, 14 September 2026, 07.31 WITA

Celine Dion Tampil Perdana Setelah Enam Tahun, Rayakan Kemenangan atas Penyakit Langka
Senin, 14 September 2026, 07.21 WITA
Kumpul Kebo Melonjak, Sulawesi Tenggara Jadi Tren Terbesar di Tengah Tantangan Hukum dan Ekonomi
Senin, 14 September 2026, 07.20 WITA

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Tarif Nol
Minggu, 13 September 2026, 22.35 WITA


