Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Tarif Nol

China meluncurkan kawasan perdagangan bebas di Hainan dengan nilai proyek Rp2.000 triliun, menarik investasi global dan memperluas akses pasar ke Asia Tenggara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 22.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Tarif Nol📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pulau Hainan resmi berubah menjadi kawasan pabean khusus mulai 18 Desember 2024, menjadi pusat eksperimen perdagangan bebas terbesar dalam sejarah China. Proyek ini, dikenal sebagai Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan (Hainan FTP), dibiayai hingga US$113 miliar atau setara Rp2.000 triliun, dengan sistem kepabeanan yang dipisahkan dari wilayah daratan utama negara. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi ekonomi China di kawasan Asia Tenggara.

Dengan memangkas tarif dan melonggarkan regulasi, kebijakan baru memungkinkan 74% barang masuk ke Hainan tanpa bea, meningkat drastis dari sebelumnya hanya 21%. Jumlah kategori barang bebas bea diperluas hingga lebih dari 6.600 jenis, meliputi sektor manufaktur, teknologi, dan layanan. Barang yang diproses di Hainan dapat masuk ke daratan China tanpa tarif jika nilai tambah lokalnya melebihi 30%, membuka peluang bagi perusahaan multinasional untuk memanfaatkan struktur insentif ini.

Akses bagi entitas asing ke sektor layanan tertentu yang sebelumnya dibatasi kini dibuka, termasuk di bidang keuangan, transportasi, dan digital. Prosedur investasi lintas batas juga disederhanakan, menandai pergeseran ke arah ekonomi yang lebih terbuka secara terukur. Tujuan utamanya adalah mempercepat integrasi rantai pasok global dan memperkuat koneksi ekonomi dengan negara-negara di Asia Tenggara yang berbatasan langsung dengan wilayah tersebut.

Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menegaskan bahwa Hainan FTP akan menjadi gerbang penting dalam era keterbukaan ekonomi baru. Pasar finansial merespons positif, dengan saham di China dan Hong Kong menguat pada hari peluncuran. Para analis menyebut model ini sebagai "uji coba terkelola" untuk transisi menuju ekonomi terbuka tingkat tinggi. Meski demikian, ekspektasi terhadap keterbukaan hukum dan sistem keuangan tetap lebih rendah dibandingkan Hong Kong.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya