Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bantuan Pengairan Untuk 2.830 Ha Sawah Bombana Diresmikan

Kementerian Pertanian resmikan bantuan pengairan untuk 2.830 hektare lahan pertanian di Bombana, Sulawesi Tenggara, sebagai upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pertanian secara resmi menyerahkan bantuan pengairan kepada petani di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, meliputi area seluas 2.830 hektare. Proyek ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan akses air irigasi di wilayah pertanian rawan kering. Dengan infrastruktur pengairan yang tersedia, diharapkan produktivitas tanaman padi dapat meningkat secara signifikan.

Dalam penyerahan bantuan, pihak Kementerian menyatakan bahwa proyek ini telah melewati berbagai tahap evaluasi teknis dan kelayakan. Pembangunan sistem irigasi dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan kelompok tani dan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan. Dengan adanya sistem pengairan yang terintegrasi, petani di daerah ini diharapkan mampu melakukan tanam lebih dari sekali dalam setahun, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Kepala Dinas Pertanian Bombana menyebutkan bahwa sebelumnya banyak lahan pertanian yang terdampak kekeringan akibat kurangnya infrastruktur air. Kini, dengan bantuan dari Kementerian Pertanian, petani mulai memanfaatkan air irigasi secara optimal. "Kami menyambut baik program ini karena langsung menyentuh kebutuhan pokok para petani," ujar dia, menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan diukur dari hasil panen dan keberlanjutan pengelolaan lahan.

Tujuan utama dari program ini adalah memperkuat ketahanan pangan daerah dengan memastikan ketersediaan air irigasi yang stabil sepanjang tahun. Dengan demikian, produktivitas pertanian di Bombana dapat meningkat secara berkelanjutan, serta membantu mencapai target produksi padi nasional. Kementerian Pertanian menegaskan bahwa program serupa akan terus dikembangkan di wilayah lain yang memiliki potensi pertanian tinggi namun terkendala akses air.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya