Pembersihan Catatan Kredit di SLIK OJK: Langkah Praktis untuk Akses Keuangan
Skor kredit rendah di SLIK OJK menghambat akses pembiayaan, namun pembaruan data bisa dilakukan setelah pelunasan atau klarifikasi kesalahan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Skor kredit yang buruk dalam sistem SLIK OJK menjadi penghambat utama bagi masyarakat dalam mengajukan pembiayaan, baik dari perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya. Semakin rendah skor, semakin besar risiko penolakan, terlebih dengan kewajiban pelaporan dari platform pinjaman online berbasis P2P lending yang kini wajib melaporkan riwayat kredit ke sistem tersebut. Hal ini memperkuat pentingnya menjaga kinerja keuangan pribadi sejak dini.
Dalam praktiknya, data dari asosiasi properti menunjukkan bahwa hingga 40 persen pengajuan KPR ditolak karena riwayat kredit yang bermasalah, sebagian besar disebabkan oleh tunggakan cicilan dari pinjaman online. Tidak hanya di sektor perumahan, persoalan ini juga berdampak pada proses rekrutmen kerja, di mana beberapa pelamar gagal diterima karena hasil pengecekan kredit yang tidak memenuhi syarat.
OJK menegaskan bahwa data dalam SLIK dapat diperbarui setelah debitur menyelesaikan kewajibannya secara penuh. Jika ada ketidaksesuaian, seperti catatan tunggakan yang salah, pemilik data berhak mengajukan klarifikasi langsung kepada lembaga keuangan yang terkait. Proses pembaruan data biasanya selesai dalam waktu maksimal 30 hari sejak pelunasan, dan pemohon dapat meminta surat keterangan lunas (SKL) sebagai bukti pendukung.
Pengecekan skor kredit sendiri dapat dilakukan secara mandiri melalui platform resmi idebku.ojk.go.id. Skor dibagi dalam lima level: skor 1 menunjukkan kinerja kredit terbaik, sementara skor 5 menandakan adanya keterlambatan atau gagal bayar yang serius. Hanya nasabah dengan skor 1 dan 2 yang umumnya dapat mengajukan kredit tanpa kendala, sementara pemilik skor 3 hingga 5 perlu melakukan pembenahan terlebih dahulu.
Pembaruan skor kredit bukan hanya soal pelunasan, tetapi juga kepatuhan terhadap prosedur yang ditetapkan. Dengan memahami mekanisme ini, masyarakat dapat lebih proaktif menjaga kesehatan finansial mereka, membuka peluang akses ke layanan keuangan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Tarif Nol
China meluncurkan kawasan perdagangan bebas di Hainan dengan nilai proyek Rp2.000 triliun, menarik investasi global dan memperluas akses pasar ke Asia Tenggara.
13 September 2026

BRICS Dorong Bursa Gandum Global untuk Stabilitas Pangan
Pemimpin BRICS setuju melanjutkan pembahasan bursa perdagangan gandum bersama guna perkuat ketahanan pangan global dan kurangi dampak volatilitas harga.
13 September 2026

5 Tahun Integrasi, UMi Dorong 2,3 Juta UMKM Naik Kelas
Dalam lima tahun, ekosistem Holding Ultra Mikro berhasil menjangkau 33,8 juta debitur aktif dan mendorong 2,3 juta pelaku usaha naik kelas melalui integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.
13 September 2026

17 Tahun Indonesia Eximbank Perkuat Ekspor Nasional
Indonesia Eximbank genap berusia 17 tahun dengan transformasi berkelanjutan untuk mendukung ekspor melalui pembiayaan, penjaminan, dan program pengembangan kapasitas pelaku usaha.
13 September 2026
Berita Lainnya

Juicy Luicy Batal Tampil di Batam karena Kelalaian Penyelenggara
Minggu, 13 September 2026, 22.22 WITA
Bantuan Pengairan Untuk 2.830 Ha Sawah Bombana Diresmikan
Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA
Kemah Budaya Baubau Perkuat Karakter Muda Melalui Tradisi
Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA
Triyono, Pria Sederhana yang Dikenal Dermawan Lewat Program Kamis Berkah
Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA
ANTAM Kolaka Diraih Tiga Penghargaan Platinum ENSIA 2026
Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA

Seniman Husen Bikin Monumen Layang-layang Tradisional dari Muna
Minggu, 13 September 2026, 21.00 WITA

Kenzi, Karateka Cilik Perwakilan Dojo Kendari Permai
Minggu, 13 September 2026, 21.00 WITA

Elektrifikasi Alat Berat Dorong Efisiensi Pertambangan
Minggu, 13 September 2026, 19.38 WITA


