BRICS Dorong Bursa Gandum Global untuk Stabilitas Pangan
Pemimpin BRICS setuju melanjutkan pembahasan bursa perdagangan gandum bersama guna perkuat ketahanan pangan global dan kurangi dampak volatilitas harga.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Para pemimpin negara anggota BRICS menegaskan komitmen untuk mengembangkan platform perdagangan gandum bersama dalam pertemuan puncak di New Delhi. Inisiatif ini ditujukan untuk menciptakan sistem perdagangan pangan yang lebih stabil, mengurangi ketergantungan pada pasar global yang rentan terhadap gejolak harga dan gangguan rantai pasok. Dokumen bersama yang dirilis setelah KTT menekankan pentingnya mempercepat diskusi mengenai mekanisme operasional serta rencana perluasan ke komoditas pertanian lainnya.
Ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut, terlebih menyusul ketidakpastian global akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan keterbatasan akses terhadap input pertanian seperti pupuk. Pemimpin BRICS menyoroti peran strategis kelompok ini sebagai salah satu penghasil utama pangan dunia, dan menekankan perlunya kolaborasi sistemik untuk menjamin ketersediaan pangan yang merata dan berkelanjutan.
Sebagai kelompok antarpemerintah yang berdiri sejak 2006, BRICS awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China, kemudian diperluas dengan masuknya Afrika Selatan pada 2011. Sejak 2024, sejumlah negara baru telah bergabung, memperkuat pengaruh kolektif dalam isu-isu ekonomi global. India kini menjabat sebagai pemimpin bergilir BRICS, yang memimpin agenda KTT tahun ini.
Pengembangan Bursa Gandum BRICS diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong diversifikasi pasar dan memperkuat kebijakan pangan nasional anggota. Dengan pendekatan kolektif, kelompok ini berupaya menciptakan mekanisme perdagangan yang lebih transparan, inklusif, dan tangguh terhadap krisis. Tujuan jangka panjangnya adalah menciptakan fondasi ekonomi pangan yang lebih adil dan berkelanjutan di tingkat global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Tarif Nol
China meluncurkan kawasan perdagangan bebas di Hainan dengan nilai proyek Rp2.000 triliun, menarik investasi global dan memperluas akses pasar ke Asia Tenggara.
13 September 2026

Pembersihan Catatan Kredit di SLIK OJK: Langkah Praktis untuk Akses Keuangan
Skor kredit rendah di SLIK OJK menghambat akses pembiayaan, namun pembaruan data bisa dilakukan setelah pelunasan atau klarifikasi kesalahan.
13 September 2026

5 Tahun Integrasi, UMi Dorong 2,3 Juta UMKM Naik Kelas
Dalam lima tahun, ekosistem Holding Ultra Mikro berhasil menjangkau 33,8 juta debitur aktif dan mendorong 2,3 juta pelaku usaha naik kelas melalui integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.
13 September 2026

17 Tahun Indonesia Eximbank Perkuat Ekspor Nasional
Indonesia Eximbank genap berusia 17 tahun dengan transformasi berkelanjutan untuk mendukung ekspor melalui pembiayaan, penjaminan, dan program pengembangan kapasitas pelaku usaha.
13 September 2026
Berita Lainnya

Juicy Luicy Batal Tampil di Batam karena Kelalaian Penyelenggara
Minggu, 13 September 2026, 22.22 WITA
Bantuan Pengairan Untuk 2.830 Ha Sawah Bombana Diresmikan
Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA
Kemah Budaya Baubau Perkuat Karakter Muda Melalui Tradisi
Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA
Triyono, Pria Sederhana yang Dikenal Dermawan Lewat Program Kamis Berkah
Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA
ANTAM Kolaka Diraih Tiga Penghargaan Platinum ENSIA 2026
Minggu, 13 September 2026, 22.21 WITA

Seniman Husen Bikin Monumen Layang-layang Tradisional dari Muna
Minggu, 13 September 2026, 21.00 WITA

Kenzi, Karateka Cilik Perwakilan Dojo Kendari Permai
Minggu, 13 September 2026, 21.00 WITA

Elektrifikasi Alat Berat Dorong Efisiensi Pertambangan
Minggu, 13 September 2026, 19.38 WITA



