Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Diproyeksi Tekanan Jual Lanjutkan Koreksi

Indeks saham diprediksi melemah awal pekan ini dengan kisaran 6.370 hingga 6.705, didorong tekanan jual dan potensi koreksi lebih lanjut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Diproyeksi Tekanan Jual Lanjutkan Koreksi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan penurunan pada perdagangan Senin (14/9), menyusul pelemahan sebelumnya ke level 6.541. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pasar masih dalam fase koreksi yang berlanjut, dengan potensi penurunan lebih dalam hingga area 6.370 hingga 6.451. Ia menjelaskan bahwa pergerakan saat ini berada pada wave iv dari gelombang (c) dalam pola teknikal, sehingga rentan terhadap uji level support yang lebih rendah.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support 6.448 hingga 6.318 dan resistance 6.633 hingga 6.705. Dalam kondisi tersebut, ia menyarankan perhatian terhadap empat saham, yaitu ADMR, INET, NCKL, dan DSNG, sebagai pilihan potensial dalam konteks strategi trading jangka pendek. Meski demikian, risiko koreksi tetap menjadi catatan utama bagi investor yang mempertimbangkan posisi pasar saat ini.

Di sisi lain, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas melihat peluang rebound setelah terbentuknya pola candle hammer pada perdagangan terakhir. Ia menilai potensi penguatan masih terbuka menuju kisaran 6.752 hingga 6.835, namun tetap menekankan bahwa kenaikan tersebut bisa disusul koreksi, mengingat pola serupa muncul sejak akhir Juli. Menurutnya, IHSG hari ini berpotensi bergerak di support 6.448, 6.368, dan 6.288, dengan resistance di 6.752, 6.835, 6.916, hingga 7.071.

Pada penutupan perdagangan Jumat (11/9), IHSG berada di level 6.541, turun 47,96 poin atau 0,73 persen dari posisi sebelumnya. Total nilai transaksi mencapai Rp14,68 triliun dengan volume perdagangan mencapai 30,44 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 183 menguat, 453 terkoreksi, dan 153 stagnan, menunjukkan dominasi penurunan di pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya