IHSG Diproyeksi Tekanan Jual Lanjutkan Koreksi
Indeks saham diprediksi melemah awal pekan ini dengan kisaran 6.370 hingga 6.705, didorong tekanan jual dan potensi koreksi lebih lanjut.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan penurunan pada perdagangan Senin (14/9), menyusul pelemahan sebelumnya ke level 6.541. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pasar masih dalam fase koreksi yang berlanjut, dengan potensi penurunan lebih dalam hingga area 6.370 hingga 6.451. Ia menjelaskan bahwa pergerakan saat ini berada pada wave iv dari gelombang (c) dalam pola teknikal, sehingga rentan terhadap uji level support yang lebih rendah.
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support 6.448 hingga 6.318 dan resistance 6.633 hingga 6.705. Dalam kondisi tersebut, ia menyarankan perhatian terhadap empat saham, yaitu ADMR, INET, NCKL, dan DSNG, sebagai pilihan potensial dalam konteks strategi trading jangka pendek. Meski demikian, risiko koreksi tetap menjadi catatan utama bagi investor yang mempertimbangkan posisi pasar saat ini.
Di sisi lain, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas melihat peluang rebound setelah terbentuknya pola candle hammer pada perdagangan terakhir. Ia menilai potensi penguatan masih terbuka menuju kisaran 6.752 hingga 6.835, namun tetap menekankan bahwa kenaikan tersebut bisa disusul koreksi, mengingat pola serupa muncul sejak akhir Juli. Menurutnya, IHSG hari ini berpotensi bergerak di support 6.448, 6.368, dan 6.288, dengan resistance di 6.752, 6.835, 6.916, hingga 7.071.
Pada penutupan perdagangan Jumat (11/9), IHSG berada di level 6.541, turun 47,96 poin atau 0,73 persen dari posisi sebelumnya. Total nilai transaksi mencapai Rp14,68 triliun dengan volume perdagangan mencapai 30,44 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 183 menguat, 453 terkoreksi, dan 153 stagnan, menunjukkan dominasi penurunan di pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Pusat dan DKI Diminta Pertemuan soal Obligasi Daerah
DPR mendesak Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat menyelesaikan perbedaan pandangan terkait rencana penerbitan obligasi senilai Rp5,6 triliun melalui pertemuan berbasis data dan aturan.
14 September 2026

Bos Konsultan Tambang Diduga Kelabui Pajak Rp38,4 Miliar
Direktur utama perusahaan konsultan pertambangan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menghindari pembayaran PPN senilai Rp38,4 miliar dan menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp3 miliar.
14 September 2026

Tuan Tanah Belanda Kuasai Matraman 41 Tahun
Seorang warga Belanda, J.M.L. Bohl, menguasai lahan Matraman seluas 400 hektare selama 41 tahun sejak 1879 hingga 1920, sebelum meninggal dunia di usia 72 tahun.
14 September 2026
Utang Whoosh Rp 116 Triliun Dicicil 80 Tahun
Utang Whoosh senilai Rp 116 triliun akan dilunasi secara bertahap dengan pembayaran tahunan Rp 1 triliun selama periode 80 tahun.
14 September 2026
Berita Lainnya

Trump Anggap Kekhawatiran AI Terlalu Ekstrem
Senin, 14 September 2026, 07.43 WITA

Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA
Senin, 14 September 2026, 07.41 WITA

KMP Virgo Karam di Laut Jawa, 136 Penumpang Masih Hilang
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

Kumpul Kebo Meningkat di Sulawesi Tenggara, Faktor Sosial dan Ekonomi Jadi Pemicu
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

BGN Periksa Ulang 13.261 Dapur MBG, Bisa Dibekukan Jika Tak Memenuhi Syarat
Senin, 14 September 2026, 07.31 WITA

Celine Dion Tampil Perdana Setelah Enam Tahun, Rayakan Kemenangan atas Penyakit Langka
Senin, 14 September 2026, 07.21 WITA
Kumpul Kebo Melonjak, Sulawesi Tenggara Jadi Tren Terbesar di Tengah Tantangan Hukum dan Ekonomi
Senin, 14 September 2026, 07.20 WITA

Hainan Jadi Lumbung Ekonomi Baru China dengan Tarif Nol
Minggu, 13 September 2026, 22.35 WITA


