Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KMP Virgo Karam di Laut Jawa, 136 Penumpang Masih Hilang

Sebanyak 107 penumpang selamat, 6 tewas, dan 136 lainnya masih dalam pencarian pasca kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
KMP Virgo Karam di Laut Jawa, 136 Penumpang Masih Hilang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kecelakaan kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang terjadi di perairan Laut Jawa, dekat rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah menimbulkan duka mendalam. Menteri Perhubungan Republik Indonesia menyampaikan bela sungkawa atas musibah ini, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam penanganan darurat dan pemulihan korban. Kapal yang membawa total 243 penumpang tersebut mengalami kecelakaan pada dini hari, dengan laporan pertama diterima pukul 03.30 WIB.

Hingga sore hari ini, operasi pencarian dan penyelamatan yang dipimpin Basarnas telah berhasil mengevakuasi 107 penumpang dalam kondisi selamat. Enam korban dinyatakan meninggal dunia, sementara 136 lainnya masih dalam status hilang dan terus dicari. Tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, pelabuhan, dan layanan kesehatan, dikerahkan secara maksimal untuk menjangkau lokasi kejadian dan menangani korban secara cepat dan terkoordinasi.

Pusat koordinasi operasi telah didirikan di Terminal Pelabuhan Penumpang Trisakti, Banjarmasin, yang dikelola oleh Pelindo. Posko ini berfungsi sebagai pusat pendataan, layanan informasi, serta pengelolaan logistik dan medis bagi korban dan keluarga. Menhub menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja cepat dan sinergi semua pihak yang terlibat, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana maritim.

Investigasi menyeluruh akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan. Menhub menegaskan bahwa proses investigasi harus dilakukan secara independen, berbasis data, dan profesional, tanpa intervensi politik atau tekanan. Tujuan utamanya adalah memastikan keamanan pelayaran di masa depan melalui perbaikan sistem dan regulasi.

Belasungkawa mendalam disampaikan kepada seluruh keluarga korban, sementara pemerintah berkomitmen untuk mengawal semua tahapan penanganan hingga selesai. Proses evakuasi, identifikasi, dan bantuan psikososial akan terus dilanjutkan, sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan tanggung jawab publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya