China Ancam Hentikan Pertemuan dengan Trump Jika AS Lanjutkan Kebijakan Tegang
Ancaman dari Presiden China Xi Jinping muncul menyusul ketegangan terbaru dalam hubungan bilateral AS-China, yang menekankan risiko pelanggaran hubungan diplomatik jika kebijakan keras Amerika tetap berlanjut.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibukaKendari, ıNarasikita - Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali memuncak setelah Presiden Xi Jinping menyampaikan peringatan tegas terhadap kemungkinan pembatalan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Ancaman ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan terbaru Washington yang menekan Tiongkok melalui sanksi ekonomi dan pembatasan teknologi, terutama dalam sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan. Xi menegaskan bahwa hubungan kedua negara harus didasarkan pada prinsip saling menghargai, bukan dominasi atau tekanan.
Dalam pernyataan resmi, Xi menekankan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin hanya dapat dilaksanakan jika AS menunjukkan keinginan untuk membangun dialog yang seimbang dan menghentikan tindakan yang dianggap mengancam kedaulatan Tiongkok. Ia menyoroti bahwa ketegangan saat ini tidak hanya merugikan kedua belah pihak, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi global. Ancaman pembatalan pertemuan menjadi alat diplomasi yang menunjukkan tingkat keberatan Tiongkok terhadap pendekatan AS yang dianggap tidak konstruktif.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengungkapkan bahwa kebijakan Amerika telah melanggar prinsip-prinsip multilateralisme dan menimbulkan ketidakpastian di pasar global. Tiongkok menekankan bahwa keberlanjutan hubungan bilateral tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan sepihak, terutama dalam konteks perdagangan, keamanan siber, dan isu-isu strategis lainnya. Pernyataan Xi juga menjadi isyarat bahwa Tiongkok tidak akan menyerah pada tekanan eksternal, meski mengakui pentingnya komunikasi langsung antar pemimpin.
Tujuan utama dari pernyataan tersebut adalah menekankan posisi Tiongkok yang konsisten: memperkuat dialog, menolak hegemoni, dan menuntut penghormatan terhadap kepentingan nasional. Dengan menempatkan pertemuan sebagai syarat, Tiongkok menunjukkan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan utama, namun harus dibangun atas dasar kesetaraan. Kini, dunia menantikan respons dari Washington atas peringatan tersebut, yang bisa menentukan arah hubungan global dalam beberapa bulan ke depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Meta Perkenalkan AI Muse, Agen Cerdas yang Kerjakan Tugas Harian
Meta meluncurkan agen kecerdasan buatan Muse yang mampu menyelesaikan tugas otomatis seperti belanja, mengisi formulir, dan mengirim email tanpa intervensi terus-menerus dari pengguna.
12 September 2026

iPhone 18 Pro Hadirkan Revolusi Kecerdasan dan Performa
iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkenalkan dengan peningkatan signifikan di sektor kecerdasan buatan, chip 2nm, kamera variabel, serta efisiensi baterai dan pendinginan.
11 September 2026

iPhone Duo Hadirkan Revolusi Layar Lipat dengan Fitur Unggulan
Apple meluncurkan iPhone Duo sebagai perangkat lipat pertama dengan layar ganda, fitur kamera canggih, dan dukungan AI terintegrasi.
11 September 2026

Harga Chip AI China Melonjak Akibat Kelangkaan Memori
Kenaikan harga chip AI di China dipicu kelangkaan high-bandwidth memory (HBM), dengan produsen seperti Huawei dan Cambricon menaikkan harga produk secara signifikan akibat ketergantungan pada pasokan gelap.
11 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA



