Pasar Global Tertekan, Minyak dan Suku Bunga Jadi Pemicu
Pasar keuangan Asia dan global turun akibat lonjakan harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS serta Jepang, di tengah ketegangan geopolitik di Teluk.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar saham Asia menunjukkan tekanan signifikan pada awal pekan ini, dengan indeks utama di Jepang dan Korea Selatan mengalami penurunan tajam. Penurunan tercatat masing-masing sebesar 1,7% dan 3,3%, sementara indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,8%. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga minyak yang menggambarkan risiko gangguan pasokan energi global, terutama setelah serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi dan kapal di wilayah Teluk.
Harga minyak Brent melonjak hampir 3% dalam sehari, mencapai US$107,36 per barel, sementara minyak WTI AS naik 2,4% menjadi US$102,48 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan yang memburuk di kawasan Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, di mana kelompok Houthi dari Yaman memperluas aksi serangan terhadap infrastruktur energi. Pertemuan antara Iran dan negara-negara Arab Teluk di Oman yang seharusnya membahas akses Selat Hormuz juga ditunda, menambah ketidakpastian atas kelancaran perdagangan global.
Di tengah tekanan pasar, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan Bank of Japan menjadi faktor dominan. Pasar memperkirakan peluang 86% The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Rabu, dengan kemungkinan kenaikan lanjutan di Desember. Michael Feroli, ekonom utama AS dari JPMorgan, menyatakan bahwa kebijakan moneter yang konsisten akan penting untuk menjaga kredibilitas bank sentral, meskipun kemungkinan besar kenaikan ini hanya merupakan penyesuaian terbatas.
Tekanan juga terlihat di pasar keuangan Eropa dan Amerika Serikat, dengan EUROSTOXX 50 turun 0,5%, DAX melemah 0,4%, dan kontrak berjangka S&P 500 turun 0,5%. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sedikit turun ke 4,97%, setelah mengalami kenaikan besar dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, pasar valuta asing menunjukkan pergerakan stabil, dengan dolar AS berada di level 153,49 yen, menjauh dari puncak Juli sebelumnya.
Goldman Sachs mempertahankan optimisme terhadap pasar saham AS, menekankan bahwa meski saham cenderung tertekan saat siklus kenaikan suku bunga dimulai, historis menunjukkan return positif dalam 12 bulan setelah kenaikan pertama. Di sisi lain, harga emas turun 0,3% menjadi US$4.336 per troy ounce, tercermin dari menurunnya daya tarik aset tanpa imbal hasil dalam lingkungan imbal hasil obligasi yang naik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Tak Boleh Dipotong, Warga Diminta Laporkan Pelanggaran
Badan Pangan Nasional tegaskan bantuan pangan beras 2026 harus diterima utuh tanpa potongan, sekaligus buka saluran pengaduan untuk laporan penyimpangan.
14 September 2026

Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah
Investor asing melakukan aksi beli bersih pada 10 saham unggulan meski terjadi penurunan IHSG sebesar 1,66% dan catatkan net sell Rp3,36 triliun selama pekan 7–11 September 2026.
14 September 2026

Purbaya Dorong LPEI Dorong Kredit Murah untuk Industri Ekspor Tertekan
Menteri Keuangan meminta LPEI memperluas akses pembiayaan murah bagi sektor tekstil, alas kaki, furnitur, dan baja yang terdampak persaingan global.
14 September 2026

David Fernando Audy Kini Pimpin Komisaris DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk resmi menunjuk David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris, menggantikan Franky Oesman Widjaja, setelah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA


