Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Keluarga Korban Minta D4vd Dihukum Mati

Keluarga Celeste Rivas Hernandez menuntut hukuman mati bagi D4vd dan menggugatnya atas dugaan pembunuhan serta eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, dengan klaim bahwa pelaku dan pihak terkait gagal melindungi korban.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 19.25 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Keluarga Korban Minta D4vd Dihukum Mati📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Keluarga Celeste Rivas Hernandez secara resmi meminta hukuman mati bagi David Anthony Burke, yang dikenal sebagai D4vd, dalam gugatan hukum yang diajukan atas dugaan menyebabkan kematian secara tidak sah. Pernyataan yang dirilis pada hari ulang tahun ke-16 korban menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh terdakwa dinilai tanpa empati, keji, dan membawa penderitaan mendalam bagi keluarga serta masyarakat yang mendukung putri mereka. Mereka menilai hukuman mati sebagai bentuk keadilan yang pantas bagi seseorang yang dianggap tidak memiliki hati nurani.

Gugatan ini tidak hanya menargetkan Burke secara pribadi, tetapi juga melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk ibu dan manajer pribadinya, serta perusahaan penerbitan dan merchandise yang diklaim menjadi sarana pendanaan atas aktivitas yang diduga melibatkan eksploitasi. Dokumen hukum menyebut bahwa Burke diduga memanfaatkan janji pernikahan, hadiah mewah, uang, dan fasilitas hidup sebagai imbalan atas tindakan seks komersial terhadap korban yang masih di bawah umur. Semua klaim ini dianggap sebagai bukti adanya perdagangan manusia secara terstruktur.

Pihak tergugat lain, termasuk manajer Josh Marshall dan Robert Morgenroth, perusahaan Mogul Vision, petugas keamanan Sheldon Jacques yang diduga membantu menjemput korban, serta ibu Burke Colleen Burke, dituduh lalai dalam menjalankan kewajiban perlindungan terhadap seorang anak yang berada di bawah pengaruh mereka. Gugatan menyatakan bahwa tindakan mereka, termasuk memfasilitasi akses dan menyediakan tempat tinggal, justru memperparah situasi dan menimbulkan risiko yang dapat dicegah.

Burke telah didakwa secara resmi pada April 2026 atas pembunuhan dan mutilasi terhadap remaja tersebut, setelah jenazah korban ditemukan dalam kondisi membusuk di bagasi mobil Tesla yang terdaftar atas namanya. Peralatan pemotongan diketahui dibeli secara daring sebelum kejadian. Pada akhir Agustus 2026, dia menyatakan tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan dan pelecehan seksual terhadap korban, sementara keluarga korban menegaskan terus berjuang demi keadilan melalui proses hukum yang sedang berlangsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya