Pembiayaan Digital Gunakan Nomor HP sebagai Penilaian Kredit
Pembiayaan daring di Indonesia kini memanfaatkan data telekomunikasi, seperti nomor HP aktif selama 10 tahun, sebagai penilaian kelayakan kredit tanpa perlu melihat skor kredit tradisional.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 13 September 2026, 19.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perkembangan ekosistem pembiayaan digital di Indonesia menunjukkan pendekatan baru dalam menilai kelayakan peminjam. Alih-alih mengandalkan skor kredit atau bukti pendapatan, perusahaan pembiayaan digital kini memanfaatkan data alternatif, terutama riwayat penggunaan nomor telepon seluler yang telah aktif selama minimal sepuluh tahun. Data ini dianggap mencerminkan stabilitas dan kredibilitas pengguna, sekaligus menjadi indikator risiko rendah terhadap penunggakan.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menegaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya efisien, tetapi juga inklusif. Ia menjelaskan bahwa keberadaan nomor HP yang tetap aktif selama satu dekade tanpa terkena tagihan atau tekanan dari penagih utang menjadi bukti bahwa pemiliknya mampu memenuhi kewajiban keuangan secara konsisten. Sebaliknya, pengguna baru yang hanya aktif selama beberapa hari dinilai tidak layak dipercaya.
Pada November 2025, total outstanding pembiayaan digital mencapai Rp94,85 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 25,45%. Meski tumbuh pesat, angka ini masih jauh dari kebutuhan pembiayaan nasional yang diperkirakan mencapai Rp2.650 triliun. Sebagian besar dari kebutuhan tersebut berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang estimasi kebutuhan pembiayaannya diperkirakan mencapai Rp4.300 triliun pada 2026, dengan celah pembiayaan mencapai Rp2.400 triliun.
Pendekatan berbasis data alternatif seperti ini diharapkan mampu menutup celah pembiayaan yang belum terjangkau oleh lembaga keuangan konvensional. Dengan memanfaatkan data yang sudah ada secara masif—seperti penggunaan layanan telekomunikasi dan aktivitas digital—fintech mampu memberikan akses kredit kepada masyarakat yang sebelumnya dianggap tidak layak, termasuk mereka yang tidak memiliki rekam jejak kredit formal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

5 Tahun Integrasi, UMi Dorong 2,3 Juta UMKM Naik Kelas
Dalam lima tahun, ekosistem Holding Ultra Mikro berhasil menjangkau 33,8 juta debitur aktif dan mendorong 2,3 juta pelaku usaha naik kelas melalui integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.
13 September 2026

17 Tahun Indonesia Eximbank Perkuat Ekspor Nasional
Indonesia Eximbank genap berusia 17 tahun dengan transformasi berkelanjutan untuk mendukung ekspor melalui pembiayaan, penjaminan, dan program pengembangan kapasitas pelaku usaha.
13 September 2026

BRICS di India: Koalisi Global South Hadapi Tantangan Internal dan Eksternal
Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di New Delhi menyoroti ambisi kolektif negara-negara Global South, meski dihadapkan pada ketergantungan dolar dan perbedaan kebijakan strategis yang melemahkan kohesi blok.
13 September 2026

BRICS Dorong Integrasi Ekonomi Hadapi Tekanan Barat
Presiden Iran dan Rusia serukan perkuat kerja sama ekonomi global melalui mata uang lokal dan perluasan integrasi BRICS demi tahan tekanan sanksi dan ketidakstabilan pasar.
13 September 2026
Berita Lainnya

Seniman Husen Bikin Monumen Layang-layang Tradisional dari Muna
Minggu, 13 September 2026, 21.00 WITA

Kenzi, Karateka Cilik Perwakilan Dojo Kendari Permai
Minggu, 13 September 2026, 21.00 WITA

Elektrifikasi Alat Berat Dorong Efisiensi Pertambangan
Minggu, 13 September 2026, 19.38 WITA

Singapura Perkuat Kesiapan Sosial Hadapi Ancaman Terorisme
Minggu, 13 September 2026, 19.37 WITA

Knaken Dinyatakan Pailit, Dana Nasabah Rp143 Miliar Hilang
Minggu, 13 September 2026, 19.36 WITA

Mall Kendari Sedikit Lagi Akan Menjadi Kenangan Warga Kendari
Minggu, 13 September 2026, 19.36 WITA

Mantan Menteri Dihukum karena Suap Visa, Brankas Rp3 Miliar Ditemukan
Minggu, 13 September 2026, 19.35 WITA

Keluarga Korban Minta D4vd Dihukum Mati
Minggu, 13 September 2026, 19.25 WITA


