Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah

Investor asing melakukan aksi beli bersih pada 10 saham unggulan meski terjadi penurunan IHSG sebesar 1,66% dan catatkan net sell Rp3,36 triliun selama pekan 7–11 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar saham Indonesia mengalami tekanan pada pekan 7–11 September 2026, ditandai dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,66% dan berakhir di level 6.541,38 pada Jumat. Di tengah koreksi tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp3,36 triliun, dengan nilai penjualan mencapai Rp26,065 triliun dan pembelian sebesar Rp22,704 triliun. Meski secara keseluruhan terjadi penjualan bersih, sejumlah emiten menarik minat akumulasi asing.

Di antara saham yang paling banyak dibeli asing adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), yang mencatatkan net buy sebesar Rp693,3 miliar. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyusul dengan akumulasi beli senilai Rp407,1 miliar. Sementara itu, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menjadi target pembelian asing dengan nilai Rp322,6 miliar, menunjukkan minat terhadap emiten batubara.

Selain emiten energi, sejumlah emiten sektor keuangan dan konsumsi juga menjadi incaran asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net buy Rp190,3 miliar, sedangkan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) masing-masing mengantongi akumulasi beli sebesar Rp93,7 miliar dan Rp93,1 miliar. Dua emiten teknologi dan infrastruktur, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), juga masuk dalam jajaran beli asing dengan nilai masing-masing Rp89,2 miliar dan Rp84,9 miliar.

Sisanya, PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) masing-masing menarik pembelian asing sebesar Rp79 miliar dan Rp75,4 miliar. Meskipun IHSG melemah, keberlanjutan akumulasi asing pada sejumlah emiten menunjukkan ekspektasi terhadap prospek kinerja jangka menengah, terutama di sektor sumber daya alam, perbankan, dan sektor konsumsi primer.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya