Purbaya Dorong LPEI Dorong Kredit Murah untuk Industri Ekspor Tertekan
Menteri Keuangan meminta LPEI memperluas akses pembiayaan murah bagi sektor tekstil, alas kaki, furnitur, dan baja yang terdampak persaingan global.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan perlunya penyesuaian skema pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) guna mendukung industri ekspor yang tengah mengalami tekanan akibat dinamika pasar global. Ia menyoroti sektor-sektor strategis seperti tekstil, alas kaki, furnitur, dan baja yang dulu menjadi tulang punggung ekspor nasional namun kini menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelangsungan usaha.
Purbaya menegaskan bahwa akses terhadap pembiayaan dengan biaya rendah masih terbatas bagi pelaku usaha di sektor-sektor tersebut. Ia meminta LPEI tidak hanya berperan sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga aktif mengidentifikasi kebutuhan industri dan menawarkan produk pembiayaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif dibandingkan sektor perbankan komersial.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan kesiapan untuk merevisi target pendapatan bunga LPEI jika diperlukan, demi memastikan lembaga tersebut lebih efektif menjalankan perannya sebagai agen pembangunan ekonomi. “Saya yang menentukan parameter kinerja, bukan hanya soal profit, tapi bagaimana LPEI benar-benar mampu menjawab kebutuhan industri nasional,” tegasnya.
Sebagai bagian dari transformasi strategis, LPEI kini fokus pada pendekatan yang melampaui pembiayaan semata. Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menjelaskan bahwa lembaga ini kini mengedepankan tiga pilar utama: dampak pembangunan, keberlanjutan, dan nilai tambah di luar keuntungan finansial. Tujuannya adalah memastikan pendanaan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendorong ketahanan sektor strategis nasional.
Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketatnya persaingan perdagangan internasional, dukungan pembiayaan murah dari LPEI diharapkan menjadi penopang utama bagi industri-industri ekspor yang berpotensi menyerap tenaga kerja dan meningkatkan nilai tambah nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Tak Boleh Dipotong, Warga Diminta Laporkan Pelanggaran
Badan Pangan Nasional tegaskan bantuan pangan beras 2026 harus diterima utuh tanpa potongan, sekaligus buka saluran pengaduan untuk laporan penyimpangan.
14 September 2026

Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah
Investor asing melakukan aksi beli bersih pada 10 saham unggulan meski terjadi penurunan IHSG sebesar 1,66% dan catatkan net sell Rp3,36 triliun selama pekan 7–11 September 2026.
14 September 2026

David Fernando Audy Kini Pimpin Komisaris DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk resmi menunjuk David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris, menggantikan Franky Oesman Widjaja, setelah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB.
14 September 2026

Pasar Global Tertekan, Minyak dan Suku Bunga Jadi Pemicu
Pasar keuangan Asia dan global turun akibat lonjakan harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS serta Jepang, di tengah ketegangan geopolitik di Teluk.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA


