Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Peneliti keamanan mengungkap malware Mantax Otax yang mengintai data pengguna, termasuk pesan WhatsApp, melalui aplikasi palsu di perangkat Android.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah ancaman siber baru berbentuk malware bernama Mantax Otax berhasil diungkap oleh tim keamanan siber, yang diduga berasal dari Indonesia. Malware ini dirancang untuk menyerang perangkat Android dengan memanfaatkan celah keamanan melalui aplikasi berbentuk APK yang tidak berasal dari Google Play Store. Setelah diinstal, malware meminta izin aksesibilitas yang memungkinkannya mengendalikan perangkat secara penuh, termasuk mengakses data sensitif tanpa sepengetahuan pengguna.
Mantax Otax dikembangkan dengan dua fungsi utama: ransomware dan spyware. Bagian ransomware berfokus pada perangkat dengan sistem Android versi 9 atau lebih lama, karena fitur keamanan baru seperti Scoped Storage pada Android 10 dan versi lebih tinggi membatasi akses ke file sistem. Sementara itu, modul spyware mampu mencuri berbagai data pribadi, termasuk PIN layar, pesan SMS, riwayat panggilan, kontak, riwayat browsing, informasi akun Google, serta lokasi perangkat secara real time.
Salah satu fitur paling mengkhawatirkan adalah kemampuan malware untuk membaca percakapan WhatsApp dan Telegram melalui simulasi interaksi menggunakan layanan aksesibilitas. Selain itu, malware juga bisa mengaktifkan kamera perangkat secara diam-diam untuk mengambil foto dan mengirimkannya ke server komando tanpa izin. Dalam versi terbarunya, malware juga dilengkapi fitur gangguan seperti tampilan video layar penuh dan gambar menakutkan (jumpscare) untuk membingungkan korban.
Tim peneliti menegaskan bahwa identifikasi bahasa dan struktur file dari korban menunjukkan adanya fokus serangan terhadap pengguna di Indonesia. Meski demikian, sejauh ini malware sudah terdeteksi dan diblokir secara otomatis oleh sistem keamanan Android seperti Play Protect, terutama pada perangkat yang menjalankan pembaruan keamanan terbaru. Pengguna diminta untuk selalu memperbarui sistem, menghindari instalasi aplikasi dari sumber tidak resmi, serta tidak memberikan izin aksesibilitas pada aplikasi yang mencurigakan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
iPhone 18 Pro dan Pro Max telah diluncurkan secara global pada 9 September 2026, namun belum tersedia secara resmi di Indonesia hingga 11 September, dengan prediksi peluncuran lokal Oktober 2026.
14 September 2026

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
DPR RI mulai meninjau ulang aturan batas belanja pegawai di daerah demi atasi defisit fiskal dan hindari pemotongan gaji ASN.
14 September 2026
iPhone 17 Pro dan 18 Pro: Perbandingan Kinerja, Kamera, dan Harga
Perangkat baru Apple menawarkan peningkatan signifikan di sektor kamera, chip, dan daya tahan baterai, dengan perbedaan harga yang mencerminkan fitur premium.
14 September 2026

Trump Anggap Kekhawatiran AI Terlalu Ekstrem
Presiden AS Donald Trump menilai kekhawatiran terhadap risiko kecerdasan buatan berlebihan, menegaskan bahwa ancaman yang dikemukakan sebagian pihak tidak realistis.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Indonesia Dorong BRICS Perkuat Ketahanan Iklim dan Inklusivitas Global
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Uji Coba Bansos Digital Diperluas ke 258 Wilayah
Senin, 14 September 2026, 11.36 WITA

Prabowo Sampaikan Tiga Pilar Kebijakan Global di KTT BRICS
Senin, 14 September 2026, 11.36 WITA


