Rupiah Menguat Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.560 per dolar AS, dipengaruhi sentimen eksternal dan kenaikan harga minyak global.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (14/9/2026) menunjukkan penguatan signifikan, bergerak ke level Rp17.560 per dolar AS, atau menguat 0,14% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Penguatan ini menjadi pemulihan setelah rupiah sempat melemah 0,31% pada Jumat (11/9/2026), yang menutup perdagangan di angka Rp17.585/US$. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap dinamika ekonomi global yang kian kompleks.
Sentimen eksternal menjadi kunci pergerakan mata uang lokal, terutama menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas di Arab Saudi dan kapal-kapal di Teluk memperburuk kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebesar 2,8% dalam perdagangan Asia pagi ini, setelah sebelumnya mengalami koreksi 2,37% pada akhir pekan lalu.
Kenaikan harga minyak turut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve. Data inflasi konsumen AS yang dirilis Jumat lalu menunjukkan kenaikan 0,4% bulanan dan 3,4% tahunan pada Agustus, dengan inflasi inti mencatat kenaikan terbesar sejak April. Akibatnya, peluang kenaikan suku bunga AS naik dari 72% menjadi 87% dalam sepekan, yang pada gilirannya meningkatkan daya tarik dolar AS sebagai aset aman.
Indonesia terus mengakselerasi upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi internasional, khususnya melalui kerja sama BRICS. Dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS di Mumbai, 9–10 September 2026, Indonesia menekankan pentingnya penguatan transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kolaborasi ini ditujukan untuk membangun ketahanan bersama, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tahapan pembangunan masing-masing negara anggota.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Tak Boleh Dipotong, Warga Diminta Laporkan Pelanggaran
Badan Pangan Nasional tegaskan bantuan pangan beras 2026 harus diterima utuh tanpa potongan, sekaligus buka saluran pengaduan untuk laporan penyimpangan.
14 September 2026

Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah
Investor asing melakukan aksi beli bersih pada 10 saham unggulan meski terjadi penurunan IHSG sebesar 1,66% dan catatkan net sell Rp3,36 triliun selama pekan 7–11 September 2026.
14 September 2026

Purbaya Dorong LPEI Dorong Kredit Murah untuk Industri Ekspor Tertekan
Menteri Keuangan meminta LPEI memperluas akses pembiayaan murah bagi sektor tekstil, alas kaki, furnitur, dan baja yang terdampak persaingan global.
14 September 2026

David Fernando Audy Kini Pimpin Komisaris DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk resmi menunjuk David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris, menggantikan Franky Oesman Widjaja, setelah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA


