Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Dorong BRICS Perkuat Ketahanan Iklim dan Inklusivitas Global

Presiden Prabowo Subianto tekankan integrasi ketahanan bencana, iklim, dan pembangunan berkelanjutan dalam forum BRICS ke-18 di New Delhi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Indonesia Dorong BRICS Perkuat Ketahanan Iklim dan Inklusivitas Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 di New Delhi, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti urgensi memasukkan ketahanan terhadap bencana alam dan perubahan iklim ke dalam kerangka kebijakan pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kemajuan pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari ancaman eksternal seperti bencana iklim, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia yang rentan terhadap kenaikan permukaan laut.

Prabowo menyampaikan pandangan ini dalam sesi berjudul "Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth", yang melibatkan negara mitra dan organisasi internasional. Ia mencontohkan dampak bencana di Aceh sebagai bukti bahwa kerentanan terhadap risiko alam dapat menghancurkan infrastruktur dan merusak capaian pembangunan yang telah lama dibangun. Oleh karena itu, pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat ketahanan masyarakat dan sistem sosial.

Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat dengan akses terbatas terhadap peluang pembangunan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas akses layanan dan meningkatkan produktivitas tanpa memperdalam kesenjangan. Ia menekankan bahwa teknologi harus menjadi alat pemerataan, bukan pemisah.

Indonesia mengusulkan agar BRICS mulai mengambil peran lebih strategis dalam perencanaan pembangunan global pasca-2030. Dengan jumlah penduduk dan kekuatan ekonomi yang signifikan, negara-negara BRICS dinilai memiliki kapasitas untuk mewakili kepentingan negara berkembang dalam diskusi agenda global. Tujuannya adalah memastikan bahwa kerangka pembangunan masa depan tidak hanya berfokus pada target teknis, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat di tingkat lokal.

Melalui kehadirannya di KTT BRICS 2026, Indonesia menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam mendorong kerja sama internasional yang berkelanjutan, tangguh, dan berkeadilan. Semangat yang diusung oleh keketuaan India—resilience, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan—dipandang selaras dengan visi Indonesia untuk membangun dunia yang lebih adaptif terhadap krisis dan lebih adil bagi semua lapisan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya