Indonesia Dorong BRICS Perkuat Ketahanan Iklim dan Inklusivitas Global
Presiden Prabowo Subianto tekankan integrasi ketahanan bencana, iklim, dan pembangunan berkelanjutan dalam forum BRICS ke-18 di New Delhi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 di New Delhi, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti urgensi memasukkan ketahanan terhadap bencana alam dan perubahan iklim ke dalam kerangka kebijakan pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kemajuan pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari ancaman eksternal seperti bencana iklim, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia yang rentan terhadap kenaikan permukaan laut.
Prabowo menyampaikan pandangan ini dalam sesi berjudul "Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth", yang melibatkan negara mitra dan organisasi internasional. Ia mencontohkan dampak bencana di Aceh sebagai bukti bahwa kerentanan terhadap risiko alam dapat menghancurkan infrastruktur dan merusak capaian pembangunan yang telah lama dibangun. Oleh karena itu, pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat ketahanan masyarakat dan sistem sosial.
Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat dengan akses terbatas terhadap peluang pembangunan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas akses layanan dan meningkatkan produktivitas tanpa memperdalam kesenjangan. Ia menekankan bahwa teknologi harus menjadi alat pemerataan, bukan pemisah.
Indonesia mengusulkan agar BRICS mulai mengambil peran lebih strategis dalam perencanaan pembangunan global pasca-2030. Dengan jumlah penduduk dan kekuatan ekonomi yang signifikan, negara-negara BRICS dinilai memiliki kapasitas untuk mewakili kepentingan negara berkembang dalam diskusi agenda global. Tujuannya adalah memastikan bahwa kerangka pembangunan masa depan tidak hanya berfokus pada target teknis, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat di tingkat lokal.
Melalui kehadirannya di KTT BRICS 2026, Indonesia menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam mendorong kerja sama internasional yang berkelanjutan, tangguh, dan berkeadilan. Semangat yang diusung oleh keketuaan India—resilience, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan—dipandang selaras dengan visi Indonesia untuk membangun dunia yang lebih adaptif terhadap krisis dan lebih adil bagi semua lapisan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Uji Coba Bansos Digital Diperluas ke 258 Wilayah
Pemerintah memperluas uji coba bansos digital ke 258 kabupaten/kota dengan target implementasi nasional pada Oktober 2026.
14 September 2026

Prabowo Sampaikan Tiga Pilar Kebijakan Global di KTT BRICS
Presiden Prabowo menegaskan kemandirian, persatuan Global South, dan kolaborasi BRICS sebagai fondasi tata dunia yang adil dan inklusif.
14 September 2026

Pemerintah Siap Bongkar Mafia Beras Fortifikasi
Pemerintah bakal segera mengumumkan tindak lanjut temuan beras fortifikasi yang tidak sesuai standar, setelah 93% sampel gagal uji laboratorium.
14 September 2026
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Perkuat Respons Strategis
Lonjakan harga minyak global memicu kekhawatiran ekonomi, memaksa pemerintah memperkuat strategi antisipasi dampak terhadap sektor energi dan daya beli masyarakat.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA




