Prabowo Sampaikan Tiga Pilar Kebijakan Global di KTT BRICS
Presiden Prabowo menegaskan kemandirian, persatuan Global South, dan kolaborasi BRICS sebagai fondasi tata dunia yang adil dan inklusif.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali ke tanah air setelah menyelesaikan kunjungan resmi ke New Delhi, India, dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2026. Kedatangan sang kepala negara disambut oleh jajaran pejabat utama negara di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma pada dini hari, 14 September 2026. Turut menyambut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara, Panglima TNI, Kapolri, serta Kepala BIN, menunjukkan tingginya perhatian terhadap peran strategis Indonesia dalam forum multilateral global.
Dalam sesi terbatas bertema "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism", Presiden Prabowo menyampaikan tiga pesan utama yang menjadi landasan kebijakan luar negeri Indonesia. Pesan pertama menekankan bahwa kekuatan negara dimulai dari kemampuannya memenuhi kebutuhan pokok rakyat, termasuk pangan, energi, dan pendidikan. Menurutnya, ketahanan di tiga sektor ini menjadi fondasi untuk menjamin kemandirian dan ketahanan nasional, sehingga Indonesia dapat menjaga kedaulatan dalam dinamika geopolitik global tanpa tergantung pada kekuatan asing.
Pesan kedua menggarisbawahi pentingnya persatuan antara negara-negara Global South sebagai kekuatan kolektif dalam memperjuangkan keadilan global. Prabowo mengutip pepatah "Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh" untuk menegaskan bahwa semangat Konferensi Asia-Afrika tetap relevan di era saat ini, di mana negara berkembang memiliki posisi strategis dalam ekonomi dan politik dunia. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat suara negara-negara berkembang dalam forum global.
Pesan ketiga menyoroti potensi besar BRICS sebagai wakil dari separuh populasi dunia. Presiden menekankan bahwa kekuatan ini harus diwujudkan dalam kerja sama konkret, seperti penguatan ketahanan pangan dan energi, serta memperluas akses terhadap pasar, modal, teknologi, dan pengetahuan. Indonesia, melalui keanggotaan BRICS, terus berupaya mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai, dengan PBB tetap menjadi pusat sistem multilateral yang perlu diperkuat agar lebih representatif dan responsif terhadap tantangan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Indonesia Dorong BRICS Perkuat Ketahanan Iklim dan Inklusivitas Global
Presiden Prabowo Subianto tekankan integrasi ketahanan bencana, iklim, dan pembangunan berkelanjutan dalam forum BRICS ke-18 di New Delhi.
14 September 2026

Uji Coba Bansos Digital Diperluas ke 258 Wilayah
Pemerintah memperluas uji coba bansos digital ke 258 kabupaten/kota dengan target implementasi nasional pada Oktober 2026.
14 September 2026

Pemerintah Siap Bongkar Mafia Beras Fortifikasi
Pemerintah bakal segera mengumumkan tindak lanjut temuan beras fortifikasi yang tidak sesuai standar, setelah 93% sampel gagal uji laboratorium.
14 September 2026
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Perkuat Respons Strategis
Lonjakan harga minyak global memicu kekhawatiran ekonomi, memaksa pemerintah memperkuat strategi antisipasi dampak terhadap sektor energi dan daya beli masyarakat.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA




