Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah Pekan Ini, Investor Fokus pada Sentimen Global

Indeks saham turun 0,73% ke level 6.541, disertai penurunan kapitalisasi pasar dan volume perdagangan, sementara investor asing mencatatkan jual bersih besar sepanjang tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melemah Pekan Ini, Investor Fokus pada Sentimen Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan pada Jumat (11/9) di posisi 6.541, melemah 47,96 poin atau 0,73% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan negatif ini terjadi setelah empat hari penurunan berturut-turut, menyebabkan pelemahan kumulatif sebesar 1,43% selama seminggu. Volume perdagangan mencapai 30,46 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp14,73 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cenderung lesu dibandingkan pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar bursa turun sebesar 1,32%, dari Rp11.599 triliun menjadi Rp11.446 triliun. Rata-rata volume harian turun 26,34% dari 48,99 miliar menjadi 36,09 miliar lembar saham, sementara rata-rata nilai transaksi turun 14,88% dari Rp19,22 triliun ke Rp16,36 triliun. Frekuensi transaksi harian juga menurun 7,07%, dari 2,39 juta kali menjadi 2,22 juta kali. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp690,19 triliun pada hari terakhir pekan, dan secara kumulatif telah menjual bersih sebesar Rp71,415 triliun sepanjang tahun 2026.

Analisis teknikal dari dua perusahaan sekuritas memperkirakan potensi rebound indeks dalam pekan depan. Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak antara support 6.478 dan resistance 6.600. Ia menyoroti risiko kenaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan meningkat hingga 87% pasca data inflasi AS Agustus 2026 yang belum menunjukkan tanda pelonggaran. Selain itu, koreksi harga minyak mentah akibat pembicaraan Iran dengan negara Teluk di Oman juga menjadi perhatian pasar.

Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi menguat dengan batas terbatas, bergerak antara 6.440 (support) dan 6.623 (resistance). Ia menekankan bahwa sentimen utama tetap berpusat pada hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan data inflasi domestik serta energi. Dalam rekomendasi teknikal, ia menyebut saham PT Adaro Minerals Indonesia (ADMR) yang ditutup di 1.600, bisa menyentuh 1.765; PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET) dari 344 ke 400; serta PT Trimegah Bangun Persana (NCKL) dari 940 ke 1.060.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya