IHSG Awal Perdagangan Melemah Akibat Tekanan Global
Indeks saham domestik turun 0,13% ke level 6.532, dipengaruhi ketegangan Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026, dengan penurunan 0,13% atau 8,77 poin ke posisi 6.532,61. Pergerakan ini terjadi setelah penutupan pasar pada Jumat pekan lalu, sehingga investor domestik menghadapi perkembangan pasar global yang dinamis pada awal pekan ini. Posisi pembukaan IHSG berada di level 6.533,87, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.541,38.
Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu pemicu utama tekanan pasar, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan gangguan jalur pelayaran di Teluk menambah kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Kerusakan pipa minyak Arab Saudi, yang berfungsi sebagai jalur alternatif pengiriman tanpa melalui Selat Hormuz, berpotensi mengganggu hingga 4% pasokan minyak dunia jika kondisi berlanjut.
Di tengah ketegangan tersebut, data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, melampaui perkiraan pasar yang sebesar 0,1%. Sementara inflasi inti juga meningkat 0,3% bulanan, lebih tinggi dari ekspektasi 0,2%. Angka ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve sebesar 25 basis poin dalam rapat 15–16 September 2026, dengan peluang mencapai 87,3% menurut CME FedWatch.
Peningkatan imbal hasil obligasi AS berpotensi mendorong penguatan dolar AS, yang pada gilirannya menekan nilai tukar rupiah dan aset berisiko di negara berkembang seperti Indonesia. Meski demikian, penguatan Wall Street pada akhir pekan sebelumnya memberikan sedikit sentimen positif. Namun, investor tetap berhati-hati menyusun strategi, mengingat ketergantungan pasar terhadap perkembangan harga minyak dan kebijakan moneter global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Tak Boleh Dipotong, Warga Diminta Laporkan Pelanggaran
Badan Pangan Nasional tegaskan bantuan pangan beras 2026 harus diterima utuh tanpa potongan, sekaligus buka saluran pengaduan untuk laporan penyimpangan.
14 September 2026

Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah
Investor asing melakukan aksi beli bersih pada 10 saham unggulan meski terjadi penurunan IHSG sebesar 1,66% dan catatkan net sell Rp3,36 triliun selama pekan 7–11 September 2026.
14 September 2026

Purbaya Dorong LPEI Dorong Kredit Murah untuk Industri Ekspor Tertekan
Menteri Keuangan meminta LPEI memperluas akses pembiayaan murah bagi sektor tekstil, alas kaki, furnitur, dan baja yang terdampak persaingan global.
14 September 2026

David Fernando Audy Kini Pimpin Komisaris DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk resmi menunjuk David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris, menggantikan Franky Oesman Widjaja, setelah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA


