Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Reshuffle Kabinet Picu Pemulihan IHSG di Akhir Sesi

Kabar reshuffle kabinet memicu pemulihan indeks saham setelah sempat anjlok, dengan IHSG menutup sesi dengan koreksi lebih ringan meski masih melemah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 19.31 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Reshuffle Kabinet Picu Pemulihan IHSG di Akhir Sesi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kecenderungan membaik pada akhir sesi perdagangan Senin (14/9/2026), setelah sempat mengalami penurunan tajam pada awal sesi kedua. Pada pukul 15.20 WIB, IHSG berada di level 6.465,36, melemah 1,16% atau 76 poin dari penutupan sebelumnya. Titik terendah tercatat pada pukul 15.02 WIB, saat indeks menyentuh 6.371,39, turun 170 poin dari pembukaan. Dalam kurun waktu kurang dari 20 menit, pasar berhasil memangkas koreksi sebesar 94 poin, menunjukkan respons cepat terhadap pergerakan pasar.

Dari sisi sebaran saham, sebanyak 538 emiten mengalami penurunan harga, sementara hanya 119 saham yang menguat dan 126 lainnya stagnan. Volume perdagangan mencapai 27,83 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp12,67 triliun, dilakukan dalam 1,79 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sekitar Rp11.260 triliun, mencerminkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski dalam kondisi volatilitas.

Pemulihan indeks terjadi seiring dengan munculnya kabar terkait reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan sejumlah menteri dan wakil menteri dijadwalkan berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada petang hari tersebut. Dari pantauan, sejumlah pejabat seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara telah tiba di istana. Pratikno menyebut kedatangannya atas undangan Sekretariat Presiden, sementara Suahasil mengaku datang setelah menerima telepon, meski tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Pergerakan investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp664,34 miliar di seluruh pasar selama sesi pertama. Nilai transaksi asing mencapai Rp4,60 triliun, dengan pembelian sebesar Rp1,97 triliun dan penjualan sebesar Rp2,63 triliun. Meski masih tercatat jual bersih, sentimen positif dari kebijakan kabinet memberikan ruang bagi pasar untuk kembali memperkuat posisi setelah awal sesi yang lesu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya