Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.640 Akibat Tekanan Global

Rupiah melemah 0,31% ke level Rp17.640 per dolar AS pada Senin (14/9/2026), dipengaruhi penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.640 Akibat Tekanan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berakhir melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin, menutup sesi di posisi Rp17.640 per dolar AS, melemah 0,31% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan dolar global menjadi pendorong utama penurunan ini, setelah sebelumnya rupiah sempat menguat di awal perdagangan hingga mencapai Rp17.560. Namun, kenaikan tekanan mata uang AS menghambat pergerakan positif rupiah dan menyeretnya kembali ke zona merah.

Pergerakan dolar AS yang menguat di pasar internasional turut mendorong indeks dolar AS (DXY) naik 0,33% menjadi 99,451 pada pukul 15.00 WIB. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve dalam rapat kebijakan moneter yang akan digelar pada Kamis (17/9/2026). Data inflasi AS yang menunjukkan kenaikan harga pada Agustus memperkuat prediksi tersebut, dengan pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai 86% menurut CME FedWatch.

Faktor lain yang turut memperkuat dolar AS adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, khususnya pada tenor 2 tahun yang mencapai 4,61% setelah naik 26 basis poin dalam sepekan. Di sisi lain, lonjakan harga minyak dunia, dengan harga minyak Brent melonjak 2% ke US$106,7 per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menambah risiko inflasi global. Hal ini memperkuat alasan bagi bank sentral utama untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa rupiah sempat bergerak lebih kuat dalam beberapa hari terakhir, bahkan mendekati level Rp17.400. Namun, gejolak global yang memburuk—terutama eskalasi konflik Iran-AS dan serangan terhadap infrastruktur energi di Teluk—menyebabkan tekanan terhadap rupiah kembali muncul. Meski demikian, ia menyatakan bahwa kondisi mata uang nasional masih terkendali di kisaran Rp17.600-an.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya