Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Suahasil Tegaskan Kelanjutan Kebijakan Keuangan Negara

Menteri Keuangan Suahasil Nazara langsung memimpin operasional Kementerian Keuangan pasca pelantikan, menegaskan komitmen melanjutkan kebijakan stabilisasi ekonomi dan pengelolaan APBN tanpa perubahan mendasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Suahasil Tegaskan Kelanjutan Kebijakan Keuangan Negara📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Suahasil Nazara secara resmi mengambil alih jabatan Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), menyusul pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang telah menjabat sejak 8 September 2026 dan diberhentikan setelah masa jabatan singkat. Dalam kesempatan pertamanya, Suahasil menyatakan akan langsung memimpin operasional kementerian pada sore hari itu juga, menunjukkan komitmen kerja cepat dan konsisten.

Dalam arahannya, Suahasil menekankan bahwa arah kebijakan keuangan negara tidak akan berubah secara mendasar. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil sebelumnya merupakan hasil kerja kolektif, bukan hasil kehendak individu. “Kita tidak perlu mengubah apa pun secara drastis. Fokus kita adalah melanjutkan tugas-tugas utama: menjaga kesehatan APBN, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menstabilkan kondisi fiskal,” tegasnya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Di tengah upacara pelantikan, Suahasil menguji soliditas jajaran aparatur negara yang berada di bawah kepemimpinannya. Dengan nada tegas, ia menanyakan kesiapan seluruh pegawai dan pejabat untuk bekerja secara bersama-sama. “Ini adalah melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan. Solid semua teman-teman?” Tanya Suahasil. Jawaban spontan dan kompak dari seluruh hadirin, termasuk seruan “solid!”, menunjukkan kesiapan mental dan kesatuan komitmen di lingkungan kementerian.

Dengan pendekatan yang menekankan kelanjutan dan konsistensi, Suahasil menegaskan bahwa transisi kepemimpinan tidak diartikan sebagai pergantian arah, melainkan peningkatan efisiensi dan sinergi dalam menjalankan fungsi fiskal negara. Ia memandang kolaborasi dan konsistensi kebijakan sebagai fondasi utama untuk mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya