Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp1,16 Triliun Meski IHSG Menguat

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp1,16 triliun di sesi I hari ini meski indeks saham utama menguat, didorong pelemahan dolar dan turunnya imbal hasil obligasi AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
Asing Jual Bersih Rp1,16 Triliun Meski IHSG Menguat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (14/10/2026), bergerak ke level 5.974,29 setelah sempat tertekan di awal sesi. Kenaikan sebesar 48,31 poin atau 0,82% dipengaruhi oleh berbagai sentimen eksternal yang menguntungkan, termasuk melemahnya indeks dolar AS ke posisi 102,18 dan penurunan yield obligasi AS tenor 10 tahun sekitar 2,3 basis poin ke level 5,217%. Pelemahan harga minyak dunia juga turut mengurangi tekanan pada pasar obligasi, meski ketegangan inflasi global dan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed masih menjadi perhatian pasar.

Pasar juga menanti rilis data inflasi konsumen AS (CPI) bulan September, menyusul angka inflasi tahunan Agustus yang tercatat 3,4% dengan inflasi inti di level 2,4%, terendah sejak Maret 2021. Di tingkat regional, proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF dalam edisi Oktober 2026 menunjukkan angka 3,1% untuk 2026 dan 3,4% untuk 2027, dengan perkiraan penurunan inflasi global dari 4,7% menjadi 4,1%. IMF juga menyoroti dampak kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah terhadap negara berpendapatan rendah yang bergantung pada impor energi.

Meski terjadi kenaikan indeks, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp1,16 triliun di seluruh pasar pada sesi I. Nilai transaksi asing secara keseluruhan mencapai Rp4,16 triliun, dengan pembelian sebesar Rp1,50 triliun dan penjualan sebesar Rp2,66 triliun. Aksi jual terbesar terjadi pada saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) senilai Rp21,47 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp20,18 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp18,99 miliar. Penjualan juga tercatat pada sejumlah emiten energi dan tambang seperti Adaro Minerals (ADMR), Sinergi Inti Andalan Prima (SINI), dan Bumi Resources (BUMI).

Di sisi lain, sejumlah saham blue chip tetap menjadi target akumulasi investor asing. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham paling banyak dibeli asing dengan nilai pembelian bersih Rp91,69 miliar. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menempati posisi kedua dengan pembelian bersih Rp16,92 miliar, disusul Astra International (ASII) Rp14,24 miliar, Amman Mineral (AMMN) Rp12,85 miliar, dan Multi Medika Internasional (MMIX) Rp10,02 miliar. Selain itu, investor asing juga menunjukkan ketertarikan pada saham PGAS, BMRI, PWON, dan GOTO.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya