Banjir Bandang Nepal Tak Terduga, Ratusan Tewas dan Ribu Hilang
Banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet disebabkan runtuhnya massa es dan tanah dari lereng gunung, tanpa peringatan dini, menewaskan 586 orang dan menyebabkan 2.478 orang hilang.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Peristiwa banjir bandang di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8) terjadi secara mendadak tanpa adanya peringatan dari otoritas setempat. Berdasarkan analisis awal oleh pejabat Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal, terdapat bukti visual dari massa es besar yang runtuh dari lereng gunung di sisi Tibet, kemudian meluncur deras menuruni lereng bersama batu dan sedimen. Material tersebut menghantam wilayah hilir dengan kekuatan tinggi, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa yang signifikan.
Salah satu teori yang dikemukakan menyebutkan bahwa longsoran tersebut sempat menyumbat aliran Sungai Lhende, membentuk bendungan alami yang kemudian jebol akibat penumpukan air. Namun, teori ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah, mengingat tidak ditemukan indikasi penurunan debit air sebelum kejadian. Basanta Raj Adhikari, pakar bencana dari Universitas Tribhuvan, menegaskan bahwa tidak ada data kenaikan atau penurunan ketinggian air yang tercatat sebelum banjir, sehingga memperkuat dugaan bahwa peristiwa terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda peringatan.
Ahli geologi menyatakan bahwa peristiwa semacam ini sulit diprediksi karena melibatkan kombinasi longsoran es gletser dan tanah dari ketinggian tinggi. Sistem pemantauan yang ada saat ini, seperti pengukuran ketinggian air dan pengamatan lapangan, tidak dirancang untuk mendeteksi keruntuhan mendadak di daerah pegunungan. Sejumlah pakar menyarankan pemanfaatan teknologi canggih seperti pemantauan seismik, citra penginderaan jauh 3D, dan pengukuran laser untuk mendeteksi deformasi tanah, meski keterbatasan akses ke wilayah Himalaya yang terpencil menjadi hambatan besar.
Hingga Sabtu (29/8), jumlah korban tewas mencapai 586 orang, dengan 2.478 orang masih hilang. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Nepal menyebutkan 579 korban tewas, sementara China melaporkan 7 orang tewas di wilayah Tibet. Jumlah orang hilang meningkat drastis dari 1.400 menjadi lebih dari 2.400, menunjukkan dampak besar peristiwa tersebut. Pemerintah Nepal telah mengeluarkan peringatan dini terhadap masyarakat untuk segera berpindah ke kawasan yang lebih tinggi menyusul laporan jebolnya bendungan di Tibet.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Weeknd Siap Tampil di Jakarta, 26-27 September 2026
Konser tunggal pertama The Weeknd di Jakarta digelar di Stadion Internasional Jakarta pada 26 dan 27 September 2026 dengan setlist yang diprediksi mencakup sekitar 38 lagu ikonik dari berbagai era kariernya.
13 September 2026

Pezeshkian Tegaskan Ketahanan Iran Hadapi Tekanan AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tekad negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan AS dan Israel dalam pidato di New Delhi, sementara India soroti risiko keamanan maritim dan ketergantungan energi akibat krisis di Selat Hormuz.
12 September 2026

Volkswagen Siapkan PHK 60 Ribu Karyawan, Biaya Capai Rp334 Triliun
Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen akan menanggung biaya hingga 16 miliar euro atau sekitar Rp334 triliun untuk restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja hingga 60.000 karyawan secara global.
12 September 2026

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026
Berita Lainnya

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA


