Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Harga bensin di Amerika Serikat melonjak tajam hingga menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada akhir pekan peringatan Hari Buruh, dengan rata-rata nasional mencapai US$4,13 per galon atau sekitar Rp72,7 juta. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS memerintahkan serangan terhadap fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg, menyusul insiden rudal balistik yang menargetkan kapal perang AS. Aksi militer tersebut memperburuk ketegangan geopolitik dan memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah di pasar global.
Peningkatan harga bensin terjadi hanya beberapa hari sebelum libur panjang Labor Day, yang biasanya menjadi masa puncak perjalanan keluarga. Menurut analis GasBuddy Patrick De Haan, angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah pencatatan untuk periode tersebut, melampaui rekor sebelumnya sebesar US$3,83 per galon. Lonjakan harga ini tidak hanya mengguncang konsumen, tetapi juga menggambarkan dampak langsung dari kebijakan militer terhadap ekonomi rumah tangga.
Kondisi ini menimbulkan kritik terhadap kebijakan presiden yang sebelumnya berjanji menurunkan biaya energi, namun kini justru mengarah pada kenaikan harga yang signifikan. Pernyataan presiden yang menyebut warga harus siap membayar lebih untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir justru memperuncing krisis ekonomi bagi masyarakat. Beberapa pengendara, seperti Randi O'Brien dari Colorado, mengungkapkan kesulitan finansial, dengan hanya mampu membeli bensin senilai US$15 (Rp264 ribu) untuk truk mereka.
Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan ekspor produk olahan minyak AS meningkat lebih dari 10% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara stok bensin nasional turun ke 205,7 juta barel—di bawah rata-rata lima tahunan sebesar 217,6 juta barel. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan antara produksi domestik dan distribusi. Para analis memperingatkan harga solar bisa melampaui rekor US$5,82 (Rp102,4 juta) per galon, sementara biaya perjalanan udara diperkirakan naik 20% dibandingkan tahun lalu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026

Singapura Tanggap Darurat Asap Lintas Batas
Kualitas udara Singapura memburuk hingga kategori tidak sehat akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia, memicu peringatan harian dan imbauan siaga bagi warga.
6 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


