Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil

Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memperbaharui petunjuk perjalanan terkait Brasil, berlaku sejak 31 Agustus 2026, dengan menaikkan tingkat kewaspadaan bagi wisatawan mancanegara. Status keamanan kini berada pada Level 2: Exercise Increased Caution, menandakan perlunya peningkatan hati-hati, terutama di wilayah perkotaan. Meskipun tidak ada perubahan signifikan dalam skenario ancaman secara umum, pembaruan ini secara khusus menyoroti meningkatnya kasus kejahatan dengan kekerasan dan modus penculikan kilat yang kian mengkhawatirkan.

Ancaman kekerasan seperti pembunuhan, perampokan bersenjata, hingga pembajakan kendaraan tetap menjadi risiko di berbagai kota besar, baik siang maupun malam hari. Modus kejahatan yang kini marak terjadi adalah penyerangan melalui penggunaan obat bius dalam minuman di bar atau melalui aplikasi kencan, yang kemudian diikuti dengan perampokan. Fenomena ini paling banyak dilaporkan terjadi di Rio de Janeiro. Selain itu, penculikan kilat—dengan durasi singkat dan korban dipaksa menarik uang dari ATM atau mentransfer dana via aplikasi—terus menjadi ancaman utama.

Untuk menjaga keselamatan, otoritas AS menyarankan agar penarikan uang tunai dilakukan hanya di area yang terjamin keamanannya, seperti pusat perbelanjaan atau hotel berbintang. Sebagai langkah pencegahan, kawasan perbatasan darat Brasil dalam jarak 160 kilometer dari garis batas diberlakukan status Level 4: Do Not Travel, dengan pengecualian terbatas hanya untuk Taman Nasional Iguaçu dan kawasan konservasi Pantanal.

Turis juga diminta untuk menghindari kunjungan ke permukiman informal atau favela, bahkan jika menggunakan pemandu wisata. Beberapa wilayah rawan mencakup Ceilândia, Santa Maria, São Sebastião, dan Paranoá di Brasília—terutama pada jam 18.00 hingga 06.00 waktu setempat. Di Rio de Janeiro, kompleks permukiman Maré dan Penha dilarang dikunjungi oleh wisatawan dari Kanada karena tingginya potensi konflik bersenjata, operasi kepolisian, serta terbatasnya akses bantuan darurat.

Pemerintah AS menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi saat berada di lokasi umum seperti pantai, bar, stasiun transportasi, dan saat menggunakan angkutan umum, terutama di malam hari. Wisatawan diminta tidak menunjukkan barang berharga secara terbuka dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kejahatan dan memastikan perjalanan yang aman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya