Singapura Tanggap Darurat Asap Lintas Batas
Kualitas udara Singapura memburuk hingga kategori tidak sehat akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia, memicu peringatan harian dan imbauan siaga bagi warga.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kualitas udara di sejumlah wilayah Singapura, termasuk barat, tengah, dan timur, memasuki kategori tidak sehat pada Sabtu pagi, 5 September, menyusul dampak dari kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Indonesia. Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) mencatat indeks standar polutan (PSI) 24 jam mencapai 103 di wilayah tengah pada pukul 19.00, sementara wilayah barat dan timur sebelumnya juga berada di kisaran 102 hingga 103 pada pagi hari. Angka tersebut melampaui ambang batas kategori tidak sehat, yang ditetapkan di atas 100, dan menjadi pertama kalinya sejak Oktober 2023 kondisi ini terjadi.
Pada sore hari, tingkat PSI di wilayah barat turun menjadi 91 dan timur menjadi 83, namun masih berada dalam rentang yang mengkhawatirkan. Sementara itu, wilayah utara dan selatan tetap berada dalam kategori sedang dengan angka 78 dan 79. Kondisi ini mendorong NEA untuk mulai mengeluarkan peringatan kabut asap harian sejak Jumat, termasuk prakiraan PSI 24 jam, guna membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas sehari-hari, terutama yang melibatkan aktivitas luar ruangan.
Diproyeksikan, Singapura akan tetap terdampak asap lintas batas selama beberapa hari ke depan, dengan kemungkinan PSI 24 jam berada di ujung atas kategori sedang hingga mendekati batas kategori tidak sehat. Prediksi ini didukung oleh kondisi cuaca kering yang masih berlangsung di wilayah sekitar, sementara angin dominan bertiup dari arah tenggara dan selatan, membawa gumpalan asap dari Sumatra bagian selatan dan tengah, serta wilayah Kalimantan ke arah Singapura.
PSI 24 jam dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, termasuk PM2,5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida. PM2,5, yang merupakan partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil, menjadi indikator utama kualitas udara saat terjadi kabut asap. Pembacaan PM2,5 per jam mencerminkan kondisi udara pada waktu tertentu, sementara PSI 24 jam menunjukkan rata-rata kualitas selama 24 jam terakhir. Kategori "sangat tidak sehat" dimulai dari angka 201, sedangkan angka di atas 300 dikategorikan "berbahaya".
Satuan Tugas Kabut Asap (HTF) telah menyiapkan rencana aksi dan mengeluarkan imbauan harian untuk melindungi kesehatan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk memantau prakiraan PSI 24 jam secara rutin dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


