JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.31 WITA·👁 17 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR), resmi mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja sebanyak 4.000 orang dalam dua tahun ke depan. Jumlah ini setara dengan sekitar 10% dari total tenaga kerja global perusahaan. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi transformasi menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di tengah dinamika pasar yang semakin ketat.
Penyebab utama pemangkasan tenaga kerja berasal dari dominasi produk mobil murah dari China yang mampu menawarkan harga kompetitif di berbagai pasar dunia. Selain itu, dampak dari kebijakan tarif Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump serta ancaman serangan siber turut memperparah tekanan finansial terhadap perusahaan. JLR, yang kini dimiliki oleh Tata Motors dari India, menargetkan penghematan sebesar £1,7 miliar (sekitar Rp40,7 triliun) dalam jangka dua tahun, dengan break event point yang diharapkan tercapai pada produksi 300.000 unit kendaraan.
CEO JLR, Balaji, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tantangan yang tak terhindarkan dalam industri otomotif global. "Kami mengakui bahwa keputusan ini menimbulkan dampak berat bagi karyawan dan keluarga mereka," ujar dia dalam pernyataan resmi. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menangani proses pemutusan hubungan kerja dengan penuh kepedulian, keadilan, dan rasa hormat. Langkah ini juga menjadi ujian bagi pemerintah Inggris yang baru dilantik, termasuk Perdana Menteri Andy Burnham, yang menjabat sejak 20 Juli.
Dukungan pemerintah terhadap sektor otomotif telah diperkuat melalui berbagai kebijakan, seperti penurunan biaya listrik bagi produsen, alokasi dana riset dan pengembangan senilai £4 miliar untuk kendaraan nol emisi, serta program subsidi mobil listrik sebesar £2 miliar. Namun, tekanan dari globalisasi dan perubahan teknologi tetap menjadi tantangan besar. Sebelumnya, perusahaan otomotif mewah Inggris lainnya seperti Aston Martin dan Bentley juga telah mengumumkan penghematan serupa, menunjukkan tren yang merata di industri ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Konser Kanye West di GBK Picu Gelombang Kunjungan Wisatawan Asing
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

DEN Bahas Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Tito Dorong Akses Hunian Layak Lewat Reformasi Regulasi
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Pemerintah Percepat Perbaikan
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

