Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global

Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR), resmi mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja sebanyak 4.000 orang dalam dua tahun ke depan. Jumlah ini setara dengan sekitar 10% dari total tenaga kerja global perusahaan. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi transformasi menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di tengah dinamika pasar yang semakin ketat.

Penyebab utama pemangkasan tenaga kerja berasal dari dominasi produk mobil murah dari China yang mampu menawarkan harga kompetitif di berbagai pasar dunia. Selain itu, dampak dari kebijakan tarif Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump serta ancaman serangan siber turut memperparah tekanan finansial terhadap perusahaan. JLR, yang kini dimiliki oleh Tata Motors dari India, menargetkan penghematan sebesar £1,7 miliar (sekitar Rp40,7 triliun) dalam jangka dua tahun, dengan break event point yang diharapkan tercapai pada produksi 300.000 unit kendaraan.

CEO JLR, Balaji, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tantangan yang tak terhindarkan dalam industri otomotif global. "Kami mengakui bahwa keputusan ini menimbulkan dampak berat bagi karyawan dan keluarga mereka," ujar dia dalam pernyataan resmi. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menangani proses pemutusan hubungan kerja dengan penuh kepedulian, keadilan, dan rasa hormat. Langkah ini juga menjadi ujian bagi pemerintah Inggris yang baru dilantik, termasuk Perdana Menteri Andy Burnham, yang menjabat sejak 20 Juli.

Dukungan pemerintah terhadap sektor otomotif telah diperkuat melalui berbagai kebijakan, seperti penurunan biaya listrik bagi produsen, alokasi dana riset dan pengembangan senilai £4 miliar untuk kendaraan nol emisi, serta program subsidi mobil listrik sebesar £2 miliar. Namun, tekanan dari globalisasi dan perubahan teknologi tetap menjadi tantangan besar. Sebelumnya, perusahaan otomotif mewah Inggris lainnya seperti Aston Martin dan Bentley juga telah mengumumkan penghematan serupa, menunjukkan tren yang merata di industri ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya