Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BTN Pertahankan Peringkat IdAAA dengan Outlook Stabil

Bank Tabungan Negara mempertahankan peringkat idAAA dari Pefindo hingga September 2027, menegaskan kembali kekuatan fundamental dan dukungan pemerintah dalam mendukung program perumahan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 22.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BTN Pertahankan Peringkat IdAAA dengan Outlook Stabil
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil mempertahankan peringkat idAAA dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk periode 4 September 2026 hingga 1 September 2027. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi dalam menjaga kualitas manajemen keuangan dan ketahanan operasional di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Peringkat tersebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap struktur bisnis BTN yang kokoh dan berkelanjutan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa peringkat tersebut merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam memperkuat posisi keuangan, menjaga likuiditas, serta mendorong inovasi bisnis tanpa mengorbankan kualitas layanan. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi internal untuk terus meningkatkan efisiensi dan memperluas akses perumahan bagi masyarakat.

Pefindo menilai kekuatan kredit BTN didukung oleh fondasi bisnis yang kuat, kebijakan likuiditas yang fleksibel, serta dukungan strategis dari pemerintah. Dukungan tersebut semakin menonjol dalam konteks peran BTN sebagai pelaksana program perumahan nasional, termasuk inisiatif Tiga Juta Rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Peran korporasi BTN dalam mewujudkan tujuan nasional tersebut menjadi salah satu pilar penilaian dalam peringkat ini.

Selain peringkat korporasi, Pefindo juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp300 miliar dan idAA untuk Obligasi Subordinasi I Tahap I Tahun 2025 sebesar Rp2 triliun. Sejalan dengan transformasi bisnis menuju model "beyond mortgage", BTN tetap menjadi mitra utama pemerintah dalam penyediaan KPR bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Hingga 30 Juni 2026, kepemilikan saham BTN didominasi pemerintah sebesar 60% melalui BPI Danantara dan BP BUMN, sementara 40% sisanya dikuasai publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya