Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.632 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.632 per dolar AS pada sore hari, menguat 0,05 persen dari perdagangan sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.29 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (8/9) sore menunjukkan penguatan ringan, berada di level Rp17.632 per dolar AS. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya berada pada posisi lebih rendah, dengan pergerakan menguat sebesar 8 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah fluktuasi mata uang Asia yang beragam, dengan beberapa mata uang seperti yen Jepang menguat dan won Korea Selatan stagnan.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia mengalami depresiasi terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,02 persen, peso Filipina melemah 0,03 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,40 persen, dolar Singapura turun 0,04 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,02 persen. Sementara itu, sejumlah mata uang utama negara maju juga mengalami pelemahan, termasuk euro Eropa yang turun 0,09 persen, poundsterling Inggris melemah 0,12 persen, dolar Australia terkoreksi 0,12 persen, dolar Kanada melemah 0,09 persen, serta franc Swiss yang turun 0,27 persen.
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan rupiah hari ini tetap terbatas. Ia menekankan bahwa pergerakan positif ini didorong oleh melemahnya dolar AS secara global, namun terhambat oleh kenaikan harga minyak mentah dunia WTI yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Tekanan dari kenaikan harga komoditas ini menjadi faktor penekan utama terhadap rupiah.
Lukman juga mencatat bahwa pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam melakukan transaksi karena tidak adanya rilis data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam kondisi seperti ini, pasar cenderung menunggu dan mengamati perkembangan lebih lanjut tanpa melakukan keputusan besar. Sikap wait and see ini menjadi dominan di pasar keuangan global, termasuk di pasar valuta asing di Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

