Pezeshkian Tegaskan Ketahanan Iran Hadapi Tekanan AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tekad negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan AS dan Israel dalam pidato di New Delhi, sementara India soroti risiko keamanan maritim dan ketergantungan energi akibat krisis di Selat Hormuz.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 19.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan secara tegas bahwa Teheran tidak akan mengalah menghadapi agresi dari Amerika Serikat dan Israel, dalam pidato yang disampaikannya di hadapan para pemimpin agama India di New Delhi. Pernyataan itu disampaikan pada hari Jumat, menjelang gelaran Konferensi Tingkat Tinggi BRICS, sebagai bagian dari kunjungan resmi pertamanya ke India. Pezeshkian menekankan bahwa perjuangan Iran didasarkan pada prinsip kebenaran dan keadilan, sehingga tidak akan tergoyahkan oleh kekuatan yang menindas.
Pernyataan tegas Pezeshkian muncul dalam konteks ketegangan global yang memburuk, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa Iran berpotensi menyerang Israel, wilayah Timur Tengah, bahkan kota-kota di Amerika Serikat jika Washington tidak bertindak militan. Trump menegaskan kembali keinginannya untuk mengulangi tindakan militer serupa seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Di tengah ketegangan itu, Iran menegaskan kembali komitmen untuk mempertahankan kedaulatannya tanpa menyerah pada tekanan eksternal.
Krisis di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan global, telah memicu dampak serius terhadap ekonomi dunia. Sejak serangan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari, aktivitas pengiriman minyak dan kargo melalui selat tersebut mengalami penurunan drastis. Banyak kapal terjebak di laut selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, mengganggu rantai pasok global. Lonjakan harga minyak mentah global kini menjadi ancaman nyata bagi negara-negara importir energi, termasuk India yang mengimpor hampir 85 persen kebutuhan bahan bakarnya.
Pertemuan bilateral antara Pezeshkian dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyoroti kekhawatiran mendalam terhadap keamanan pelaut dan stabilitas maritim. Modi menekankan pentingnya perdamaian, kebebasan navigasi, serta penyelesaian konflik melalui diplomasi. Dalam insiden bulan Juli, dua kapal yang membawa 30 pelaut India diserang di Selat Hormuz, menewaskan 10 warga negara India. Insiden ini menegaskan betapa rentannya kepentingan nasional India terhadap eskalasi regional.
Meski berada dalam lingkungan geopolitik yang tegang, kedua pemimpin tampak menunjukkan kerja sama yang hangat. Mereka terlihat bergandengan tangan saat meninggalkan Forum Bisnis BRICS, simbol yang diinterpretasikan sebagai tanda solidaritas dan kerja sama strategis. Kedutaan Besar Iran di India merespons dengan unggahan resmi di platform X, menekankan persahabatan historis antara dua peradaban besar. Momentum ini menunjukkan bahwa meski berbeda kebijakan, kedua negara tetap mempertahankan komunikasi diplomasi yang intens.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Volkswagen Siapkan PHK 60 Ribu Karyawan, Biaya Capai Rp334 Triliun
Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen akan menanggung biaya hingga 16 miliar euro atau sekitar Rp334 triliun untuk restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja hingga 60.000 karyawan secara global.
12 September 2026

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA


