Investasi Rp4,8 Triliun Dorong Kepercayaan Global pada Teknologi Indonesia
Pendanaan sebesar 270 juta dolar AS dari SBI Holdings Jepang menjadi bukti tingginya kepercayaan investor asing terhadap ekosistem teknologi Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pendanaan strategis senilai 270 juta dolar AS atau setara Rp4,8 triliun dari SBI Holdings, perusahaan keuangan besar asal Jepang, menjadi pencapaian terbesar dalam lima tahun terakhir bagi perusahaan teknologi Indonesia. Investasi ini disampaikan langsung oleh Presiden Komisaris Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, dalam konferensi pers di Jakarta, sebagai respons terhadap tren yang sering menyebutkan keluarnya modal asing dari Tanah Air. Menurutnya, masuknya dana sebesar ini justru menunjukkan bahwa fondasi ekonomi digital Indonesia tetap kuat dan menarik bagi pemain global.
Andi menegaskan bahwa nilai investasi ini merupakan yang tertinggi bagi startup teknologi lokal dalam lima tahun terakhir. Ia menyebut bahwa kepercayaan dari investor asing seperti SBI Holdings tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dan regulator yang dinilai progresif dalam mengembangkan ekosistem keuangan digital. Investasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem inovasi dan mempercepat transformasi digital di sektor keuangan.
Co-Founder dan CEO Ajaib, Anderson Sumarli, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memperluas jaringan pengembangan bisnis. Ia menekankan bahwa kualitas talenta teknologi di Indonesia tidak kalah dengan standar global, dan pendanaan ini menjadi bentuk pengakuan atas potensi tersebut. Dengan dukungan modal sebesar ini, pihaknya menargetkan pertumbuhan pengguna ritel hingga 28 juta dalam tiga tahun ke depan, dari jumlah saat ini yang sudah mencapai lebih dari tujuh juta pengguna aktif.
Pendanaan satu kali ini setara dengan sekitar 80 persen dari total pendanaan yang diterima seluruh startup Indonesia sepanjang tahun 2025, yang hanya mencapai 340 juta dolar AS. Dengan demikian, Ajaib kini telah menghimpun total modal melebihi 500 juta dolar AS sejak berdiri. Investasi ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan sektor teknologi kunci seperti kecerdasan buatan, pusat data, dan blockchain, yang berpotensi menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda.
Anderson menambahkan bahwa kehadiran investor global seperti SBI Holdings menandai bahwa Indonesia kini dipandang sebagai lokasi strategis untuk inovasi dan bisnis berbasis teknologi. Ia menyebut bahwa regulasi yang dinamis dan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem digital telah menjadikan Indonesia sebagai tempat yang layak untuk berinvestasi. Dengan dukungan modal sebesar ini, Ajaib bertekad mempercepat transformasi keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Smartphone Redmi Note 17 Pro Max resmi akan diluncurkan di Indonesia pada 16 September dengan baterai 10.000mAh dan fitur tahan air serta benturan ekstrem.
14 September 2026

Direksi dan Komisaris MKNT Mundur Serentak
Empat pejabat utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, termasuk dua komisaris dan dua direksi, mengundurkan diri secara bersamaan, menyusul kondisi pasar saham perusahaan yang stagnan di level Rp1.
14 September 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat Jadi PNS Tahun Depan
Pemerintah menargetkan pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi pegawai negeri sipil pada 2025, meningkatkan stabilitas karier dan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
14 September 2026
Kacamata AI Berfitur Interaktif Memicu Kekhawatiran Privasi
Perangkat kacamata berbasis kecerdasan buatan yang mampu merekam, menelpon, dan berinteraksi secara real-time memicu kekhawatiran publik soal privasi dan etika penggunaan teknologi.
13 September 2026
Berita Lainnya

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA

Pemerintah Kaji Batasi Konsumsi Pertalite untuk Pastikan Subsidi Tepat Sasaran
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA


