Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Israel Cabut Status Diplomat Belanda di Tepi Barat

Israel mencabut status diplomatik utusan Belanda di Ramallah sebagai respons atas larangan impor produk dari pemukiman ilegal di Tepi Barat, menegaskan keberatan terhadap kebijakan sepihak yang dianggap merugikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Israel Cabut Status Diplomat Belanda di Tepi Barat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Israel mengambil langkah tegas dengan mencabut status diplomatik para perwakilan Belanda yang berkedudukan di Ramallah, wilayah Tepi Barat yang diduduki. Keputusan ini diambil menyusul kebijakan Belanda yang melarang impor barang hasil produksi dari pemukiman Israel di wilayah tersebut. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan respons terhadap kebijakan sepihak yang dinilai merugikan kepentingan nasional negara.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menegaskan bahwa Belanda tetap diperbolehkan menjalankan perwakilan kepentingannya terkait Palestina, namun harus dilakukan dari wilayah Otoritas Palestina, bukan dari wilayah yang berada di bawah kendali Israel. Ia juga meminta para diplomat Belanda mengembalikan dokumen diplomatik yang diterbitkan Israel dalam waktu tujuh hari sejak pengumuman. Saar menekankan bahwa Israel tidak akan membiarkan tindakan yang dianggap bermusuhan dan merugikan tanpa konsekuensi.

Sebelumnya, Israel telah menarik delegasi Belanda dari Pusat Dukungan Internasional untuk Gaza di Kiryat Gat, menyusul serangkaian tindakan yang diambil pemerintah Belanda terhadap Israel. Saar menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari respons terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil dan merusak stabilitas hubungan diplomatik. Ia menegaskan bahwa negara mana pun yang bertindak sepihak dan bermusuhan terhadap Israel akan kehilangan pengaruh di kawasan.

Belanda membantah bahwa kebijakan larangan impor ditujukan untuk menyerang Israel secara langsung. Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, menyatakan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada kewajiban hukum internasional untuk tidak mendukung aktivitas permukiman ilegal. Ia menyayangkan respons Israel yang dianggap tidak proporsional dan menegaskan bahwa pemerintah Belanda sedang meninjau langkah selanjutnya.

Pengamat diplomatik, termasuk Carne Ross, mantan diplomat Inggris dan pendiri Independent Diplomat, menilai pencabutan status diplomatik ini mencerminkan semakin dalamnya isolasi Israel dalam panggung diplomatik global. Menurutnya, meski langkah ini tidak berdampak signifikan secara operasional, ia menunjukkan tren negatif dalam hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Eropa yang menekankan prinsip hukum internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya