Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netanyahu Rahasia ke UEA, Bahas Keamanan dan Hubungan Diplomatik

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Uni Emirat Arab secara diam-diam dan bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan, membahas kerja sama bilateral dan ancaman keamanan regional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Netanyahu Rahasia ke UEA, Bahas Keamanan dan Hubungan Diplomatik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan tertutup ke Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu, yang kemudian dikonfirmasi oleh kantor berita resmi UEA, WAM. Pertemuan antara Netanyahu dan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) difokuskan pada pemantapan hubungan diplomatik dan strategis antara kedua negara, termasuk langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama keamanan dan stabilitas regional.

Kunjungan ini dilaporkan pertama kali oleh media Israel Channel 12, yang menegaskan sifat rahasia dari pertemuan tersebut. Sebelumnya, media Haaretz menyebut bahwa MBZ telah menghubungi Netanyahu melalui telepon untuk menyampaikan peringatan terkait ancaman dari pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, tepat 10 hari sebelum serangan besar-besaran ke Israel pada Oktober 2023.

Meskipun UEA dan Israel telah menjalin hubungan diplomatik sejak penandatanganan Kesepakatan Abraham pada 2020, peran UEA dalam isu keamanan tetap signifikan. Israel dilaporkan telah mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome serta personel militer ke UEA sebagai bagian dari upaya pencegahan potensi serangan dari Iran. Di sisi lain, MBZ juga dilaporkan telah menyampaikan informasi intelijen kepada badan keamanan Israel, Shin Bet, sebelum insiden berdarah terjadi.

Namun, kantor perdana menteri Israel membantah bahwa Netanyahu menerima informasi penting sebelum serangan Hamas. Tuduhan tersebut muncul di tengah upaya Netanyahu memperkuat posisinya menjelang pemilihan umum mendatang, di mana ia kini tertinggal dalam survei kepopuleran dan menghadapi tantangan serius dari mantan kepala militer, Gadi Eisenkot.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya