JAKARTA, 19 September 2026 — Sejarah peradaban Sulawesi Tenggara menyimpan kisah persaudaraan agung yang tidak dibangun di atas penaklukan atau kekuasaan sepihak, melainkan ditenun rapat lewat ikatan
/mulai PERTALIAN DARAH MENYATUKAN BONE, TIWORO, LAIWOI, DAN MUNA Arsip Kolonial & Silsilah Lisan Bukti Kedaulatan Kerajaan Tiworo yang Setara JAKARTA, 19 S
Kendari, ıNarasikita - /mulai
PERTALIAN DARAH MENYATUKAN BONE, TIWORO, LAIWOI, DAN MUNA Arsip Kolonial & Silsilah Lisan Bukti Kedaulatan Kerajaan Tiworo yang Setara JAKARTA, 19 September 2026 — Sejarah peradaban Sulawesi Tenggara menyimpan kisah persaudaraan agung yang tidak dibangun di atas penaklukan atau kekuasaan sepihak, melainkan ditenun rapat lewat ikatan kekerabatan, penghormatan bersama, dan pengakuan kedudukan yang setara. Kerajaan Bone, Kerajaan Tiworo, Kerajaan Laiwoi, dan Kerajaan Muna ternyata terjalin erat melalui pertalian darah yang terekam jelas dalam dokumen resmi kolonial maupun catatan silsilah yang dijaga turun-temurun. Bukti tertulis tertua berasal dari karya A. Ligtvoet, Beschrijving en Geschiedenis van Boeton, terbit tahun 1878, halaman 22, yang mencatat secara rinci silsilah dan ikatan perkawinan antar-kerajaan tersebut. Catatan ini diperkuat pula oleh arsip perdagangan VOC tahun 1685 serta laporan pemerintahan Hindia Belanda periode 1842–1918. Dari garis keturunan tertinggi Bone ke Tahta Tiworo Ikatan bermula dari Arung Bakung, bernama lengkap La Masakirang Petta Bamoe bergelar Datu Ritalla. Ia adalah keturunan langsung dari raja-raja besar yang menyatukan kekuasaan Bone, Luwu, Gowa, dan Soppeng — putra dari La Mampesangkka Daeng Makulling, keturunan Raja Bone ke-16 La Patau Matana Tikka. Dengan kedudukan sedemikian tinggi, pernikahan Arung Bakung dengan Wa Ode Padi, putri kandung Raja Tiworo La Ode Kapute bergelar Sidamangura, bukan sekadar penyatuan dua keluarga. Itu adalah pengakuan resmi: Kerajaan Tiworo adalah kerajaan berdaulat, setara dengan kerajaan besar lainnya, bukan wilayah bawahan. La Ode Kapute sendiri adalah penerus La Mopuri, yang pada 15 Mei 1662 pernah menegaskan kedaulatan penuh Tiworo. Namanya tercatat dalam laporan VOC 1685, sejalan sempurna dengan masa hidup Arung Bakung. Ikatan ganda: Dua putri, dua pernikahan Wa Ode Padi memiliki saudara kandung, Wa Ode Dayi, yang kelak naik takhta menjadi pemimpin Kerajaan Tiworo — salah satu penguasa perempuan dalam sejarah daerah tersebut. Ia menikah dengan Petta Rani Puang Rainang, bangsawan tinggi Bone dari Kajuari Balanipa. Dari pernikahan ini lahir La Ode Sampaga, penerus kekuasaan Tiworo. Dari pernikahan Arung Bakung dan Wa Ode Padi lahir tiga anak yang menjadi jembatan persaudaraan ke segenap penjuru Sulawesi Tenggara: 🔹 La Sambawa diangkat menjadi penguasa Kapala Lapadakoe, wilayah di bawah naungan Tiworo. Ia menikah dengan Maho, putri Raja Laiwoi. Putra mereka La Mango menjadi Raja Laiwoi hingga wafat 1871, diteruskan secara berkesinambungan hingga ke generasi kini. 🔹 I-Pasija Daëng-Matene menikah dengan La Ode Ngkada (Kantolalo), panglima perang Kerajaan Muna di Lohia. Lahir dari ikatan ini Wa Ode Oga, pewaris kehormatan tiga kerajaan sekaligus. Di kemudian nama ini diikuti oleh La Ode Tao, yang dikenal sebagai Kapitalao Loghia, panglima tertinggi Kerajaan Muna atas daratan dan lautan. 🔹 Poetiri Daëng-Lolo bersanding dengan Daëng-Si-Roewa; cucunya I-Kasiwijang menikah dengan Daëng-Pawata, pemimpin kaum Bugis di Teluk Bone (Vosmaersbaai). Ini membuktikan ikatan tidak hanya antar-kerajaan, melainkan juga menyatukan komunitas masyarakat di wilayah pesisir. Bukti yang saling menguatkan Seluruh kisah ini bukan sekadar ingatan lisan. Catatan Ligtvoet, arsip VOC, laporan Residen, serta silsilah keluarga besar La Ode Tao saling melengkapi tanpa pertentangan. Semuanya menegaskan satu kebenaran: Tiworo berdiri tegak sebagai kerajaan berdaulat, dan persaudaraan Bone–Tiworo–Laiwoi–Muna adalah ikatan darah yang tak terputus. Sejarah ini mengajarkan: persatuan yang paling kokoh tidak lahir dari penaklukan, melainkan dari saling menghormati, mengakui kedaulatan sesama, dan menjaga ikatan kekeluargaan dari generasi ke generasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Outlet Baru Republic Laptop Hadir di Depok dan Bogor
Republic Laptop resmi membuka dua gerai baru di Depok dan Bogor pada September 2026 untuk memenuhi permintaan pasar terhadap perangkat digital dengan harga terjangkau.
19 September 2026

Waran Terstruktur Melesat, Transaksi Capai Rp4,18 Triliun hingga September 2026
Pertumbuhan signifikan waran terstruktur tercatat hingga Rp4,18 triliun, menunjukkan meningkatnya minat investor dan efektivitas edukasi pasar modal sejak peluncuran 2022.
19 September 2026

Threads Perluas Fitur Pengawasan Orang Tua di Asia Pasifik
Meta meluncurkan fitur pengawasan orang tua di Threads untuk remaja di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dengan kontrol privasi, batas waktu, dan pemantauan aktivitas harian.
19 September 2026

Fitur Keamanan Grab: AudioProtect dan SOS Button
Grab meluncurkan dua fitur keamanan utama, AudioProtect dan SOS Button, untuk melindungi penumpang dan mitra pengemudi selama perjalanan.
19 September 2026
Berita Lainnya

Aries Budiman, Drummer Garasi, Tutup Usia di Usia 42 Tahun
Sabtu, 19 September 2026, 17.59 WITA

Selebgram Jule Ditangkap Terkait Vape Etomidate
Sabtu, 19 September 2026, 17.59 WITA

Partai Rakyat Indonesia Gerak Cepat Bentuk Mesin Partai di Kolaka Timur
Sabtu, 19 September 2026, 17.55 WITA

Chimaev Taklukkan Burns dalam Duel Gulat RAF 13
Sabtu, 19 September 2026, 17.41 WITA

Marquez Kuasai FP2 MotoGP Austria dengan Catatan Tercepat
Sabtu, 19 September 2026, 17.41 WITA

Indonesia Siapkan Strategi Lawan di Asian Games 2026
Sabtu, 19 September 2026, 17.40 WITA

Minum Minuman Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kerongkongan
Sabtu, 19 September 2026, 17.40 WITA

Roy Suryo Dihadapkan pada Dakwaan Fitnah Ijazah Jokowi
Sabtu, 19 September 2026, 17.40 WITA

