Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Tandatangani RUU Sanksi Baru Hadapi Rusia

Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang baru yang memperluas sanksi terhadap sektor energi dan pertahanan Rusia, termasuk target terhadap Putin dan aliansi dagang yang mendukung militer Moskow.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 17.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Trump Tandatangani RUU Sanksi Baru Hadapi Rusia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menandatangani rancangan undang-undang yang memberikan wewenang ekstensif untuk memperketat sanksi terhadap Rusia, khususnya di bidang energi dan pertahanan. Aturan ini memungkinkan penerapan tarif hingga 100 persen terhadap negara-negara yang menjadi pembeli utama minyak dan gas Rusia, termasuk China dan India, sebagai respons atas agresi militer di Ukraina. Langkah ini bertujuan memutus aliran pendanaan yang mendukung operasi militer Moskow, termasuk melalui penggunaan armada tanker yang beroperasi secara sembunyi.

Dalam proses legislasi, RUU tersebut disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan dukungan 262 suara, melawan 159, sebagian besar berasal dari Partai Republik yang memimpin parlemen. Undang-undang ini tidak hanya menargetkan entitas dalam negeri Rusia, tetapi juga perusahaan dan pihak asing yang ikut mendukung kapasitas pertahanan Moskow. Kebijakan ini juga mencakup perluasan sanksi ke arah Iran, memperkuat koordinasi multilateral dalam menekan negara-negara yang dianggap mendukung eskalasi konflik global.

Meski mendapat dukungan dari sejumlah anggota parlemen, wewenang luas yang diberikan kepada presiden untuk menentukan tarif memicu perdebatan internal di Partai Demokrat. Meskipun secara umum mendukung Ukraina, sebagian besar anggota partai ini mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan kewenangan eksekutif, terutama dalam konteks kebijakan perdagangan internasional. Ketegangan ini mencerminkan perbedaan pendekatan antara kebijakan luar negeri dan ekonomi dalam konteks konflik global.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut positif pengesahan RUU ini, menilainya sebagai bentuk dukungan simbolik yang kuat dari AS terhadap perjuangan Ukraina. Ia menyampaikan terima kasih kepada para anggota legislatif yang telah memperjuangkan aturan tersebut. Di sisi lain, India menegaskan akan tetap melanjutkan pembelian minyak Rusia melalui diversifikasi pasokan, menunjukkan keberlanjutan aliansi dagang meskipun dalam tekanan sanksi internasional.

Penandatanganan RUU ini terjadi sehari sebelum rencana pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Washington, menandai momen krusial dalam diplomasi global. Keputusan ini menegaskan komitmen AS untuk mengadopsi pendekatan tegas terhadap negara-negara yang dianggap memperkuat kekuatan militer yang bertentangan dengan stabilitas internasional, sekaligus memperkuat posisi diplomasi Amerika dalam konteks krisis global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya