Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Minum Minuman Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kerongkongan

Studi terhadap hampir satu juta orang menunjukkan minum minuman sangat panas meningkatkan risiko kanker kerongkongan hingga tiga kali lipat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 17.40 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Minum Minuman Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kerongkongan📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 977 ribu orang dewasa paruh baya mengungkapkan bahwa konsumsi minuman panas—khususnya teh dan kopi pada suhu di atas 65 derajat Celcius—berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan. Temuan ini merupakan kajian terbesar yang membuktikan hubungan langsung antara suhu minuman dan perkembangan kanker saluran makanan, dengan data menunjukkan peningkatan signifikan pada mereka yang rutin meminum minuman dalam kondisi mengepul.

Para peneliti menekankan bahwa paparan panas berulang pada lapisan sel kerongkongan dapat menyebabkan kerusakan jaringan, yang dalam jangka panjang berpotensi memicu perubahan sel abnormal. Minuman yang suhunya mencapai 90 hingga 95 derajat Celcius—setelah dituang dari ketel yang mendidih—masih berada dalam kategori berisiko tinggi meskipun telah didinginkan sebentar. Bahkan penambahan susu tidak cukup menurunkan suhu hingga aman untuk dikonsumsi.

Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer menyarankan agar masyarakat menunggu beberapa menit sebelum meminum minuman panas, hingga suhu nyaman di mulut. Meski tidak ada batas waktu pasti yang ditentukan, badan amal kanker seperti Cancer Research UK menyarankan agar minuman tidak dikonsumsi saat masih sangat panas, terutama jika terasa menyengat.

Dari data yang dikumpulkan, sekitar satu hingga dua dari setiap 10 kasus kanker kerongkongan dapat dicegah jika konsumsi minuman panas dihindari. Namun, risiko keseluruhan tetap rendah, mengingat kanker ini termasuk jenis langka. Faktor seperti merokok dan konsumsi alkohol tetap menjadi ancaman utama yang lebih besar dibandingkan suhu minuman.

Ahli kesehatan menekankan bahwa tindakan pencegahan sederhana—seperti menunggu minuman dingin sebelum diminum—bisa menjadi langkah efektif dalam menurunkan risiko. Peneliti utama, Keren Papier, menambahkan bahwa meskipun data dari kawasan Amerika Selatan menunjukkan hubungan kuat antara minuman panas dan kanker, perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan ambang suhu paling berisiko secara akurat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya