Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

10 Oleh-Oleh Unik Khas Yogyakarta yang Tak Biasa

Yogyakarta menyajikan beragam oleh-oleh lokal yang berbeda dari bakpia dan gudeg, mulai dari makanan tradisional hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
10 Oleh-Oleh Unik Khas Yogyakarta yang Tak Biasa📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Di balik popularitas bakpia dan gudeg, Yogyakarta menyimpan beragam produk lokal yang jarang ditemui di tempat lain. Berbagai oleh-oleh khas ini berasal dari tradisi lokal dan khasanah budaya yang kaya, menawarkan pengalaman kuliner maupun seni yang berbeda dari yang umum. Pilihan yang ditawarkan tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi juga mencakup kerajinan tangan yang bisa menjadi dekorasi atau aksesori bernilai timeless.

Yangko, makanan kenyal berbentuk kotak dari tepung ketan dengan isian manis seperti kacang atau cokelat, berasal dari Kotagede dan menjadi alternatif menarik bagi yang ingin membawa pulang camilan tradisional dengan sentuhan modern. Sementara itu, geblek dari Kulon Progo, dengan bentuk unik menyerupai angka delapan dan rasa gurih dari tepung kanji, menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dari camilan manis. Kipo, jajanan kecil berwarna hijau dari kelapa dan gula, juga menjadi favorit karena ukurannya yang praktis untuk dibawa saat perjalanan.

Tiwul, olahan singkong tradisional yang kini hadir dalam bentuk praktis, menjadi pilihan bagi yang ingin mengenal lebih dalam makanan khas Jawa. Kopi Merapi, hasil panen dari kawasan Gunung Merapi, menawarkan rasa khas yang cocok untuk pecinta kopi lokal. Bagi yang berani mencoba, walang goreng dari Gunungkidul menyajikan camilan berbahan belalang yang digoreng gurih, menjadi bukti keberagaman kuliner yang menakjubkan.

Peyek tumpuk, dengan lapisan renyah yang disusun bertumpuk, menjadi pilihan camilan gurih yang berbeda dari peyek biasa. Selain makanan, kerajinan seperti gerabah Kasongan di Bantul, produk kulit Manding, dan batik kayu dari Desa Wisata Krebet menawarkan oleh-oleh bernilai seni dan tahan lama. Ketiga produk ini tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga mewakili kearifan lokal dan keindahan budaya Jawa.

Memilih oleh-oleh tidak harus berdasarkan popularitas, melainkan pada kesesuaian dengan tujuan dan kebutuhan. Penting memperhatikan masa simpan, kemasan, dan cara penyimpanan, terutama untuk produk makanan. Dengan demikian, oleh-oleh bukan sekadar hadiah, melainkan sarana membawa kenangan dan cerita khas Yogyakarta ke tempat tinggal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya