Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Makanan Panas Boleh Dimasukkan Kulkas, Tapi Ini Cara Tepatnya

Makanan panas boleh langsung dimasukkan kulkas selama ditata dengan benar agar pendinginan cepat dan aman.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 15.42 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Makanan Panas Boleh Dimasukkan Kulkas, Tapi Ini Cara Tepatnya📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Mengelola makanan panas setelah dimasak memang sering menimbulkan kekhawatiran, terutama soal apakah boleh langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Menurut panduan resmi dari United States Department of Agriculture (USDA), makanan panas dalam jumlah kecil justru bisa langsung disimpan di dalam kulkas tanpa risiko signifikan. Namun, penting untuk memastikan proses pendinginan berjalan efisien agar tidak memengaruhi kualitas dan keamanan makanan lain yang disimpan bersama.

Untuk makanan dalam jumlah besar seperti sup, semur, atau potongan daging utuh, disarankan untuk membaginya ke dalam porsi kecil sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Wadah yang dangkal lebih efektif karena mempercepat penyebaran panas ke luar, sehingga makanan lebih cepat mencapai suhu aman. Dengan cara ini, suhu dalam kulkas tidak naik secara drastis, mengurangi beban kerja kompresor dan mencegah kondensasi yang bisa merusak makanan lain.

Proses pendinginan juga bisa dipercepat dengan menempatkan wadah makanan dalam air dingin atau es sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Metode ini sangat berguna untuk makanan yang masih sangat panas. Selain itu, penting untuk menutup wadah makanan sebelum disimpan agar tetap higienis, menjaga kelembapan, dan mencegah penyerapan aroma dari makanan lain.

Secara umum, makanan tidak boleh dibiarkan di luar ruangan lebih dari dua jam, kecuali sedang dalam proses memasak. Jika terlalu lama terpapar suhu ruang, bakteri dapat tumbuh pesat, terutama pada suhu antara 4°C hingga 60°C. Oleh karena itu, makanan panas harus segera didinginkan dan disimpan dengan cara yang tepat agar tetap aman dikonsumsi di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya