Warren Buffett Hentikan Jabatan Chairman Usai 56 Tahun Memimpin
Warren Buffett resmi melepas jabatan Chairman Berkshire Hathaway setelah 56 tahun memimpin, menyerahkan kendali kepada putranya Howard sebagai ketua dewan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.45 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Warren Buffett, investor legendaris berusia 96 tahun, mengakhiri masa jabatannya sebagai Chairman Berkshire Hathaway pada Jumat (18/9), setelah memimpin perusahaan sejak 1970. Ia tetap menjadi anggota dewan direksi dengan gelar Chairman Emeritus, sementara posisi ketua dewan kini dipegang oleh putranya, Howard Buffett, yang telah menjadi anggota dewan sejak 1993. Keputusan ini menandai akhir dari era panjang yang ditandai dengan keberhasilan investasi berbasis nilai dan stabilitas strategis.
Berkshire Hathaway, yang awalnya bergerak di sektor tekstil, kini tumbuh menjadi perusahaan raksasa dengan nilai pasar melebihi US$1 triliun dan aset likuid mencapai US$300 miliar. Prestasi ini didukung oleh pendekatan investasi nilai yang konsisten diterapkan Buffett sejak masa awal kepemimpinannya. Dalam surat kepada pemegang saham, ia menyebut bahwa kinerja CEO Greg Abel telah melampaui ekspektasi, menjadi salah satu alasan utama pengunduran dirinya.
Ia juga menyentuh aspek pribadi, menyebut bahwa usianya mulai memengaruhi kecepatan reaksi, terutama ketika melihat cicitnya yang baru berusia satu tahun bergerak lebih cepat. "Waktu selalu menang," tulis Buffett, namun menegaskan bahwa waktu telah memberinya kesempatan untuk menyaksikan Berkshire tumbuh menjadi entitas yang stabil dan berkelanjutan. Ia menilai kini perusahaan berada pada titik di mana masa depannya dapat dipercaya tanpa perlu campur tangan langsung dari dirinya.
Pensiun dari posisi CEO telah dilakukan sejak 31 Desember 2025, menandai transisi bertahap dalam kepemimpinan. Dari 1965 hingga kini, investor yang memegang saham Berkshire saat Buffett mengambil alih telah meraih keuntungan hingga 6,1 juta persen—jauh melampaui kenaikan indeks S&P 500 yang mencapai sekitar 46 ribu persen dalam periode yang sama, termasuk dividen. Kekayaan bersih Buffett sendiri diperkirakan mencapai US$145 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya dan paling dermawan di dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Serangan Bom di Kompleks Kepolisian Kohat Tewaskan 27 Orang
Serangan bom bunuh diri di masjid dalam kompleks kepolisian Kohat menewaskan 27 orang, termasuk anggota polisi dan warga sipil, dengan 57 lainnya terluka akibat ledakan dan baku tembak.
19 September 2026

Pengadilan Thailand Minta Darurat Bencana untuk Atasi Ikan Nila Invasif
Pengadilan Tata Usaha Negara Thailand memerintahkan penanganan darurat terhadap ikan nila dagu hitam yang merusak ekosistem dan mata pencaharian di Samut Songkhram.
19 September 2026

Prabowo Targetkan Penutupan 750 BUMN untuk Hemat Rp100 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menetapkan penutupan 750 BUMN hingga 2026 sebagai langkah efisiensi, dengan pencapaian awal penutupan 328 perusahaan yang telah menghemat Rp50 triliun.
19 September 2026

Tanoto Foundation Perkuat Riset Kesehatan Asia Melalui Pendekatan Terintegrasi
Yayasan ini memperluas dukungan riset medis di Asia dengan fokus pada kesehatan ibu-anak, diabetes, kanker, dan gangguan degeneratif, berbasis pada kolaborasi lintas negara dan inovasi berbasis bukti.
19 September 2026
Berita Lainnya

Prabowo Sebut Dua Tahun Kepemimpinan Momentum Tepat untuk Evaluasi Kabinet
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

Prabowo Soroti Akademisi yang Bela Keuntungan Asing
Sabtu, 19 September 2026, 15.50 WITA

KPK Perluas Penyelidikan Suap HGB dengan Geledah Rumah dan Kantor
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Pertimbangkan Periksa Menteri ATR/BPN dalam Kasus Suap HGB
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Nusron Wahid Serahkan Proses Hukum ke KPK
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

Pria Viral Tendang Wanita di Mal Jadi Tersangka
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

ASN Kemenpora Diduga Tanam Ganja di Rumah Pribadi
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA

KPK Fokus Lengkapi Bukti Sebelum Panggil Nusron Wahid
Sabtu, 19 September 2026, 15.49 WITA



